PPKM Mikro Disebut Efektif Dongrak Ekonomi, Apa Buktinya?

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 24 Feb 2021 14:56 WIB
Petugas gabungan melakukan sidak masker di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta Timur. Sidak dilakukan dalam rangka PPKM Mikro.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Aturan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat skala desa/kelurahan atau PPKM Mikro sudah berlaku lebih dari 2 pekan. Sejak awal penerapannya, aturan ini begitu disambut baik oleh para pengusaha. Saat itu para pengusaha optimis PPKM Mikro bisa menaikkan kembali omzetnya atau minimal membantu pemulihan setelah babak belur dihajar pandemi COVID-19.

Lantas, seperti apa hasilnya setelah 2 pekan diterapkan PPKM Mikro?

Menurut Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO) Roy Mande penerapan PPKM Mikro efektif mendongkrak ekonomi terutama di sektor ritel. Selama dua pekan ini, sudah terasa ada peningkatan omzet antara 10-15% dibanding sebelumnya.

"Ya saat PPKM Mikro, industri ritel ada pergerakan 10-15%," ujar Roy kepada detikcom, Rabu (24/2/2021).

Hal serupa disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) Budihardjo Iduansjah. Namun, selain karena adanya pelonggaran dari aturan PPKM itu, ada faktor pendukung lainnya yang membantu pemulihan pada sektor ritel belakangan ini.

"Kalau dari segi pemulihan karena pekan ini akhir bulan dan ada momen imlek di weekend kemarin ada peningkatan di 2 minggu terakhir ini diharapkan bisa terus sampai ke Maret awal masih ada peningkatan," kata Budihardjo.

Tak hanya membawa dampak positif pada sektor ritel saja, menurut Ketua Umum Badan Pusat Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPP HIPMI) Mardani H Maming, aturan PPKM mikro ini juga membawa pemulihan pada seluruh dunia usaha juga kesehatan.

"Prinsipnya untuk PPKM mikro itu merupakan hal yang baik untuk masyarakat dan untuk stakeholder terkait kami sangat mengapresiasi terobosan dari pemerintah dalam hal penerapan PPKM Mikro, karena itu bukan hanya memulihkan ekonomi tapi juga memulihkan kesehatan ini sangat disambut baik di market, di ekonomi dan sektor-sektor di dunia usaha," katanya.

Ia berharap ke depannya, tren pemulihan ini terus berlanjut dan pemerintah bisa menerapkan kebijakan yang mengedepankan pemulihan kedua sektor tersebut ekonomi dan kesehatan agar bisa kembali ke kondisi sebelum adanya pandemi.

"Penting untuk kita memang di kondisi pandemi sekarang itu mementingkan kedua sektor ini, jangan sampai karena concern pada ekonomi tapi melupakan sektor kesehatan, jangan sampai juga karena concern terhadap kesehatan melupakan sektor ekonomi ini harus dijalani berbarengan," imbuhnya.



Simak Video "Pelaksanaan PPKM Bisa Rem Sejumlah Kasus Aktif Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)