Inovasi Ibu di Bantul Bikin Jamu Jadi Olahan Sirup, Omzetnya Jutaan

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Rabu, 03 Mar 2021 11:34 WIB
Sirup jamu
Foto: dok. Instagram/@yasanature
Bantul -

Siapa bilang jamu hanya bisa dinikmati dengan rasa pahit? Di tangan Murjiwati (50), jamu yang biasanya identik dengan kesan kuno dan pahit bisa disulap jadi varian sirup yang segar dan menyehatkan, sekaligus berkemasan modern.

Awalnya, Mur dan beberapa penjual jamu di Dusun Kiringan, Desa Canden, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, mengikuti pelatihan yang diadakan oleh dosen dari salah satu universitas di Yogyakarta. Berbekal ilmu dari pelatihan tersebut, ia yang sehari-hari berprofesi sebagai penjual jamu gendong, memutuskan untuk mulai menjalankan usaha olahan sirup jamu di tahun 2019. Adapun varian jamu yang diolahnya menjadi sirup yakni kunir asem, jahe, hingga secang.

"Sebenarnya dulu ada pelatihan dari dosen. Dia datang untuk membina kami. Itu dulu dia mengajak teman untuk membuat sirup. Temannya melatih di dusun kami. Dulu (sebelum pelatihan) ya nggak bisa," ujarnya kepada detikcom.

Untuk mengolah jamu jadi sebuah produk sirup, pertama, ia mencuci empon-empon yang menjadi bahan utama racikan jamu, seperti jahe, kunir, dan secang. Kemudian, rempah tersebut direbus dan diparut. Selanjutnya, ditambahkan gula dengan rasio gula menyesuaikan bahan yang hendak digunakan. Untuk sirup jahe diperlukan jahe sebanyak setengah kg, lalu ditambahkan gula 1 kg. Jadi, perbandingan bahan baku dan gula adalah 1 berbanding 2.

Sementara untuk sirup kunir asem hanya perlu kunir sebanyak 3 ons dan asem sebanyak 2 ons. Kunir dan asem ini nantinya akan dicampur dengan 1 kg gula pasir. Dari jumlah tersebut, dikatakannya bisa menghasilkan 4 sampai 5 botol sirup jamu dengan ukuran 250 ml.

"Kunir asem, kunirnya 3 ons, asemnya 2 ons, gulanya 1 kg. Bahannya kan kunir sama asem. Nggak semua, kekecutan (terlalu asam). Itu jadi 5 botol 250 ml," tuturnya.

Untuk 1 botol sirup jamu bisa awet hingga 3 sampai 4 bulan. Jika disimpan di dalam kulkas maka akan tahan lebih lama. Sirup jamu bisa dikreasikan menjadi banyak variasi minuman. Mulai dari yang hangat sampai yang dingin. Bahkan, sirup ini bisa dihidangkan dengan tambahan berbagai bahan lainnya, seperti jeruk nipis dan susu kental manis.

Sirup jamuSirup jamu Foto: dok. Instagram/@yasanature



Setiap 2 hari sekali Mur mendapat pesanan 4 hingga 10 pack sirup jamu, yang mana dalam 1 packnya berisi 10 botol sirup. Modal untuk membuat sirup jamu tidaklah mahal, yakni sekitar Rp 25 - 45 ribu tergantung jenis sirup yang dibuat. Meski begitu, Mur tak mengungkap secara gamblang ihwal pendapatan bersihnya per bulan.

Ia hanya menyingkap dari modal tersebut, dirinya bisa meraup keuntungan hingga Rp 5 ribu per botolnya. Apabila ada 10 pack jamu yang terjual setiap dua hari, jika diakumulasi omzetnya mencapai Rp 7,5 jutaan dengan keuntungan Rp 5 ribu per botol.

Sirup jamu olahan Mur telah dipasarkan ke berbagai wilayah di Yogyakarta. Dari semua varian, ia menyebut sirup kunir asem, beras kencur, dan jahe merah menjadi yang paling dicari oleh pembeli.

Kini, usaha jamu Mur pun laris manis. Di samping berjualan dan membuka usaha produk olahan jamu, ia bahkan bisa memperluas usaha lainnya, yakni beternak sapi dari uang tabungan hasil jualan dan modal dari BRI.

"Waktu itu sekitar 2014, ibu mendapatkan modal usaha KUR pertama kali Rp 5 juta untuk modal saya jualan jamu pertama kali karena dulu (habis gempa) nggak punya apa-apa. Terus dapat modal lagi dari BRI Rp 15 juta itu untuk beli sapi seharga Rp 14,5 juta. Sampai sekarang sapi itu masih ada untuk bayar anak kuliah, 11 kali saya jual sapi untuk Rizky kuliah hingga lulus. Bantuan BRI KUR benar-benar membantu saya," ungkapnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Jelajah UMKM ke beberapa wilayah di Indonesia yang mengulas berbagai aspek kehidupan warga dan membaca potensi di daerah. Untuk mengetahui informasi lebih lengkap, ikuti terus beritanya di detik.com/tag/jelajahumkmbri.



Simak Video "Gerabah Blitar Warisan Majapahit"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/hns)