DPR Mau GeNose Jadi Syarat di Semua Transportasi, tapi...

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 16 Mar 2021 14:52 WIB
Uji pemeriksaan COVID-19 dengan metode GeNose kini tersedia di Stasiun Gambir, Jakarta. es GeNose ini sebelumnya digunakan di Stasiun Pasar Senen.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Komisi V DPR RI mendukung penggunaan alat screening COVID-19 GeNose sebagai syarat perjalanan di semua simpul transportasi. Hanya saja, para anggota komisi masih mempertanyakan apakah alat ini sudah terbukti secara ilmiah mendeteksi virus Corona.

Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mengatakan penggunaan GeNose jelas akan menguntungkan. Dibandingkan dengan tes swab PCR, dia menilai GeNose lebih murah, mudah penggunaannya, dan cepat hasilnya.

"Dengan adanya tracking mudah, murah, dan cepat, inilah indikator yang diperlukan dalam situasi sekarang. Kalau biaya tak mahal kita beli saja pak di seluruh simpul yang mesti dipasang," ungkap Lasarus dalam rapat komisi dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Selasa (16/3/2021).

Hanya saja Lasarus masih mempertanyakan apakah GeNose sudah terbukti akurat mendeteksi COVID-19. Kalau memang sudah akurat lebih baik seluruh screening COVID-19 menggunakan GeNose.

"Menurut saya ini masalahnya kan akurasi. Sejauh mana alat tes ini akurasinya sebagai indikator terpapar? Kalau memang menurut pemerintah GeNose yang murah, cepat, dan ilmiah bisa ditanggung jawabkan. Kan nggak mungkin juga dipakai pemerintah kalau secara ilmiah nggak bisa dipertanggungjawabkan," ungkap Lasarus.

"Nah kalau ini bisa dipertanggungjawabkan, instrumen lain nggak usah lagi kita pakai," lanjutnya.

Senada dengan Lasarus, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Syarief Abdullah Alkadrie mengatakan GeNose harusnya bisa jadi pilihan utama screening COVID-19 di Indonesia. Asalkan, sudah terbukti secara ilmiah keakuratannya.

"Saya melihat ada penemuan baru, GeNose. Kalau itu memang sudah bisa akurat dan itu memang bisa secara ilmiah terbukti keakuratannya saya pikir ini perlu dipakai," ungkap Syarief.

Apa kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi? Cek halaman berikutnya.

Lihat juga Video: Antusiasme Penumpang Kapal soal Penerapan GeNose C19

[Gambas:Video 20detik]



Menanggapi pertanyaan dari anggota Komisi V DPR RI, Budi Karya mengatakan dari laporan yang didapatkannya, dia mengklaim akurasi GeNose bisa lebih tinggi dibandingkan tes screening COVID-19 lainnya.

Terlebih lagi GeNose juga sudah mendapatkan izin edar dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas COVID-19.

"Saya laporkan GeNose ini sudah dapat izin edar dari Kementerian Kesehatan dan Gugus Tugas. Dari hasil yang kita peroleh efektivitas atau akurasi GeNose dibanding yang lain itu presentasenya lebih tinggi," ungkap Budi Karya.

Meski begitu menurutnya, pemerintah tak mau gegabah menggunakan GeNose di berbagai simpul transportasi. Secara bertahap GeNose sudah digunakan di 14 stasiun kereta api, dengan target total penggunaan GeNose di 44 stasiun kereta api.

GeNose akan segera digunakan untuk perjalanan udara, tepatnya pada 1 April 2021 di 4 bandara. Mulai dari bandara di Medan, Yogyakarta, Surabaya, dan Bandung.

"Karena transportasi udara ini tempat relatif kritis, kami akan mulai 1 April di 4 bandara dahulu. Mengapa di daerah dan bukan di Soekarno Hatta? Kami mau mengukur layanan ini dengan baik, di Jakarta terlalu masif," ujar Budi Karya.

(hal/ara)