Dituduh Mata-matai Pegawai, IKEA Diseret ke Pengadilan

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 22 Mar 2021 11:09 WIB
Salat Id di Ikea Wetzlar
Foto: (dok. Twitter)
Jakarta -

IKEA Prancis dituntut karena tuduhan mata-mata kepada pegawai dan para pelamar kerja. Kok bisa?

Berdasarkan publikasi investigasi yang diterbitkan oleh Prancis Le Canard Enchaine & Mediapart, disebutkan jika raksasa ritel asal Swedia itu memiliki sistem mata-mata untuk mengumpulkan informasi tentang kehidupan pribadi ratusan pegawai dan calon pegawai.

Bahkan termasuk informasi rahasia tentang catatan kriminal. Dikutip dari ChannelNewsAsia, disebutkan jika IKEA Prancis ini didenda hingga 3,75 juta Euro atau setara dengan US$ 4,5 juta. Padahal saat ini masih ada sekitar 10.000 pegawai yang bekerja.

Sebanyak 15 orang hadir di pengadilan Versailles untuk proses peradilan. Termasuk mantan manajer toko dan mantan CEO Stefan Vanoverbeke sampai Jean-Louis Baillot. Kemudian empat petugas polisi yang dituduh menyerahkan informasi rahasia tersebut.

Jaksa penuntut di pengadilan mengungkapkan Jean-Francois yang merupakan mantan direktur manajemen risiko IKEA Prancis adalah dalang dari semua masalah ini.

Menurut Jaksa, Jean rutin mengirimkan daftar nama pegawai dan calon pegawai yang akan diselidiki. Target mereka adalah orang yang dulunya merupakan pegawai teladan namun tiba-tiba menjadi lebih vokal.

"Kami ingin mengetahui bagaimana perubahan itu bisa terjadi," ujarnya dikutip dari dokumen.

Kuasa Hukum IKEA Prancis Emmanuel Daoud mengungkapkan jika kasus ini memang menunjukkan lemahnya pengawasan dalam operasional perusahaan.

Daoud mengaku sudah memiliki strategi untuk menuntaskan masalah ini. Termasuk merombak total prosedur perekrutan yang selama ini berjalan.

(kil/eds)