Deretan Ritel Nasional yang Rontok Dihantam Badai COVID-19

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 14:43 WIB
Industri ritel terpantau tengah mengalami kelesuan. Terbaru, adalah Matahari yang menggelar diskon besar-besaran jelang penutupan gerai di Blok M dan Pasaraya.
Ilustrasi/Foto: Dok. detikcom

Kejadian penutupan massal toko ritel pertama kali menimpa Hero di awal tahun ini, tepatnya di bulan Januari. Hero terpaksa menutup toko hingga melakukan PHK pada 532 karyawannya. Penutupan dilakukan untuk mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja.

"92% karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja, serta telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-undang Kementerian Tenaga Kerja RI No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan," kata Corporate Affairs GM Hero Supermarket, Tony Mampuk dalam keterangannya resminya pada Minggu, (13/1/2019).

Tony menyatakan ada kerugian pada bisnis makanan yang turut mempengaruhi kinerja toko ritel ini. Tony mengatakan, memang secara konsolidasi pada kuartal III 2018 ada perolehan laba bersih perseroan.

Dia menyampaikan kerugian ini lebih buruk dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya Rp 79 miliar. Tony menjelaskan 532 karyawan yang di-PHK adalah karyawan food business.

Sedangkan Giant, awalnya memutuskan menutup 6 tokonya pada 28 Juli 2019 lalu. Direktur PT Hero Supermarket Hadrianus Wahyu Trikusumo mengatakan, penutupan 6 toko Giant tersebut disebabkan oleh persaingan ritel makanan di Indonesia yang semakin ketat.

"Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen. Giant adalah brand yang kuat namun kami harus terus beradaptasi untuk bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi-year transformation untuk memberikan peningkatan jangka panjang," jelas Hadrianus dalam keterangan tertulisnya, pada Selasa (25/6/2019).

Hingga Mei 2019, Giant sendiri telah memiliki 125 toko yang tersebar di Indonesia. Artinya, dengan ditutupnya 6 gerai tersebut maka Giant hanya memiliki 119 toko di seluruh Indonesia.

Selang beberapa bulan, satu lagi gerai Giant ditutup. Kali ini giliran Giant Ekstra yang ada di Poins Square yang terpaksa harus gulung tikar pada September 2019. Dengan penutupan toko ini, totalnya selama 2019 Giant sudah menutup 7 toko.

Dari pantauan detikcom, setiap ada toko Giant yang mau tutup, toko bakal memberikan diskon gila-gilaan. Niatnya agar barang di toko cepat habis alias cuci gudang.

Sekarang, Centro Bintaro Xchange di Tangerang Selatan, Banten dikabarkan akan tutup setelah sebelumnya jaringan ritel milik Parkson Retail Asia Ltd yang tercatat di Bursa Singapura, lewat PT TozySentosa ini sudah menutup gerai yang berada di Plaza Ambarrukmo, Yogyakarta.

Halaman

(hek/eds)