Pemicu RI Impor Beras Pertama Kali, hingga Sebabkan Wabah Pes

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 28 Mar 2021 13:16 WIB
Sebanyak 3.000 ton beras Vietnam sisa impor pada 2018 masih ngendon di Banyuwangi. Ribuan ton beras itu tersebar di gudang-gudang Bulog di Banyuwangi.
Foto: Ardian Fanani/detikcom
Jakarta -

Rencana impor beras 1 juta ton yang digaungkan pemerintah menuai polemik. Tapi tahu kah detikers, Indonesia ini memang sudah sering impor beras, bahkan dari era pemerintahan Kolonial Hinda-Belanda

Indonesia pernah dilanda paceklik khususnya di pulau Jawa pada saat pemerintahan kolonial Hinda-Belanda. Lalu apa pemicu saat itu hingga harus impor beras?

Melansir Historia, Indonesia dulu pernah mengalami paceklik, khususnya di pulau Jawa. Sehingga pada 1910 pemerintah kolonial mengimpor beras dari Burma, India dan Tiongkok.

Beras impor itu dikirim lewat kapal-kapal dan berlabuh di Surabaya. Dari Surabaya, beras diangkut kereta api ke daerah di selatan Surabaya yang mengalami paceklik.

Tapi impor beras saat itu justru membawa petaka. Ternyata saat itu Burma sedang dilanda wabah pes. Beras yang diangkut menggunakan kereta api itu ternyata juga banyak tukus mati dan kutu. Setelah banyaknya masyarakat yang meninggal karena penyakit pes, pada 1911 pemerintah mengeluarkan status epidemi pes.

Memasuki era-era pemerintahan pasca RI merdeka impor beras juga masih dilakukan. Meskipun RI pernah mencapai swasembada pangan pada era Orde Baru tepatnya pada tahun 1984. Saat itu konsumsi nasional yang hanya 25 juta ton atau terdapat surplus hingga 2 juta ton.

Food and Agriculture Organization (FAO) juga mengakui Indonesia mencapai swasembada pangan saat itu. Apa lagi Indonesia masih bisa menyumbang 100.000 ton pagi untuk korban kelaparan di sejumlah negara di Eropa.

Pencapaian ini tentu bukan perkara mudah, karena swasembada pangan baru dicapai Soeharto setelah 17 tahun memimpin. Artinya, butuh lebih dari 3 periode bagi Soeharto untuk bisa mencapai swasembada pangan.

Tentu pemerintah Orde Baru juga pernah melakukan impor beras. Melansir website milik Faisal Basri yang mengutip data BPS, pada tahun 1969 Indonesia juga pernah mnegimpor beras 603,2 ribu ton, produksi beras dalam negeri saat itu hanya mencapia 12,2 juta ton.

Sejak saat itu Indonesia setiap tahunnya mengimpor beras dengan jumlah yang beragam. Paling tinggi terjadi pada 1980 sebesar 2,02 juta ton. Namun diakui pada 1985 dan 1986 catatan impor beras RI nihil.

(das/zlf)