Pak Buwas, Setelah Juni RI Impor Beras?

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 30 Mar 2021 05:59 WIB
Pemerintah berencana impor beras 1 juta ton. Dirut Perum Bulog Budi Waseso pun buka-bukaan soal kondisi ratusan ribu ton beras impor yang belum terpakai.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Untuk mengakhiri perdebatan rencana impor beras 1 juta ton, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan tak ada pintu masuk bagi beras impor ke Indonesia setidaknya sampai Juni 2021. Bagaimana setelah Juni?

Direktur Utama Bulog Budi Waseso atau yang akrab disapa Buwas menyampaikan bahwa akan dilakukan evaluasi terkait beras yang berhasil diserap oleh Bulog hingga Juni.

"Nah, bulan Juni itu akan dievaluasi bagaimana penyiapan kita termasuk stok beras yang ada secara nasional di masyarakat, di petani, di rumah tangga seperti apa," kata Buwas dalam konferensi pers virtual, kemarin Senin (29/3/2021).

Andai kata setelah Juni tidak ada panen lagi dan hasil serapan oleh Bulog tidak mencukupi maka harus dicarikan solusi lain, salah satunya adalah impor beras.

"Apakah perlu dengan prediksi nanti Juli, Agustus, September, Oktober, November, Desember prediksinya tidak ada panen, umpama, maka harus ada solusi jalan kedua. Nah, kita perlu impor atau tidak nih karena kurang," jelasnya.

Setidaknya, pihaknya menargetkan bisa menyerap 1,4 juta ton beras dari produksi dalam negeri di tahun ini. Jika tambah dengan stok yang lalu sebanyak 800 ribu ton, maka stok akhir bisa mencapai 2,2 juta ton untuk tahun ini.

Buwas memastikan pihaknya mengutamakan beras produksi petani dalam negeri. Penjelasannya di halaman selanjutnya.



Simak Video "Jokowi Tidak Akan Impor Beras Hingga Akhir 2021, Jika..."
[Gambas:Video 20detik]