Mohon Maaf, Anggaran BLT UMKM untuk 3 Juta Calon Penerima Belum Cair

Vadhia Lidyana - detikFinance
Selasa, 06 Apr 2021 17:19 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Program bantuan produktif usaha mikro (BPUM) atau bantuan langsung tunai (BLT) UMKM Rp 1,2 juta dialokasikan untuk 12,8 juta penerima tahun ini. Dari angka itu, Kementerian Koperasi dan UKM baru menerima anggaran untuk 9,8 juta penerima, dan 3 juta sisanya belum diberikan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Adapun rencana anggaran untuk keseluruhan program BPUM 2021 ini sebesar Rp 15,36 triliun. Namun, Kemenkop UKM baru menerima Rp 11,76 triliun untuk 9,8 juta penerima. Dengan demikian, masih kurang Rp 3,6 triliun untuk mencairkan BPUM kepada 3 juta calon penerima.

"Yang sudah tersedia anggarannya itu adalah 9,8 juta. Jadi 3 juta tadi sangat bergantung dengan bagaimana dan kapan dana untuk 3 juta itu disediakan oleh Kemenkeu," ungkap Deputi Usaha Mikro Kemenkop UKM Eddy Satriya dalam konferensi pers virtual, Selasa (6/4/2021).

Eddy mengatakan, jika Kemenkeu sudah mengucurkan anggarannya, maka pihaknya akan segera menyalurkannya kepada 3 juta calon penerima. Selain itu, saat ini pihaknya masih menampung data calon-calon penerima BPUM yang diajukan oleh pemerintah kabupaten/kota,.

"Kami siap saja kalau itu harus segera. Dan kami tetap membuka, jadi ada atau tidak tambahan berikutnya, kita tetap menampung data usulan-usulan dari daerah, dengan harapan ada kuota juga tergantung dengan kita memperhatikan sebaran wilayah," ujar Eddy.

Eddy mengatakan, penyaluran BLT UMKM Rp 1,2 juta tahun ini sangat memperhatikan kondisi UMKM di setiap daerah yang mengajukan. Ia menjelaskan, jika ada daerah dengan kondisi perekonomian yang sangat terpuruk dan mengajukan data-data calon penerima bantuan tersebut, maka daerah itu akan diprioritaskan.

"Jadi maksud saya adalah memperhatikan sebaran wilayah itu mempertimbangkan jumlah penduduk, kemudian kita ada sebagian data jumlah UMKM per provinsi, dan pertumbuhan ekonomi. Misalnya Bali itu paling terdampak, minus 12% tahun lalu. Jadi nanti kita kita kondisikan, semakin terpuruk ekonomi suatu daerah itu mungkin UMKM-nya dapat lebih besar, sehingga jumlahnya semakin besar," papar Eddy.

Meski begitu, ia menegaskan penyaluran BLT UMKM Rp 1,2 juta tahun ini akan dilakukan secara adil ke seluruh wilayah Indonesia.

"Kita akan menyebarkan secara adil semaksimal mungkin, karena ini adalah misi utama penyelamatan UMKM di Indonesia," tandas dia.

Simak juga 'PKH, BLT, dan BPNT Ditargetkan Tersalurkan di Akhir Maret':

[Gambas:Video 20detik]



(vdl/dna)