KKP Dapat Tambahan Anggaran Rp 43 M dari Sri Mulyani, buat Apa?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 08 Apr 2021 11:44 WIB
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono
Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono/Foto: KKP
Jakarta -

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendapat tambahan anggaran senilai Rp 43,34 miliar dari Kementerian Keuangan. Tambahan anggaran itu sesuai dengan Surat Menteri Keuangan Nomor S-37/MK.2/2021 tanggal 16 Maret 2021.

Dengan adanya tambahan ini, pagu anggaran KKP tahun 2021 naik dari Rp 6,49 triliun menjadi Rp 6,53 triliun. Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, anggaran tambahan tersebut bakal direalisasikan untuk kegiatan penanaman mangrove di empat provinsi yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, dan Jawa Timur.

"Kegiatan penanaman mangrove melalui anggaran belanja tambahan ini akan dilaksanakan di 4 provinsi yaitu Jateng di 6 kabupaten, Banten di 3 kabupaten/kota, Jabar di 10 Kabupaten/Kota, dan Provinsi Jatim di 12 kabupaten/kota, dengan total seluas 2.008 ha berupa pengadaan bibit, bantuan sarana dan kegiatan mendukung yang dilaksanakan melalui sistem padat karya dengan komponen upah yang dibayarkan sebesar Rp 9,64 miliar," ungkap Sakti dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI, Menteri Pertanian, dan Menteri LHK, Kamis (8/4/2021).

Selain dari tambahan anggaran tersebut, KKP juga telah menganggarkan Rp 12,43 miliar untuk merehabilitasi kawasan mangrove seluas 391,17 ha melalui padat karya tunai.

"Untuk tahun 2021 kegiatan yang akan dilakukan oleh KKP untuk merehabilitasi kawasan mangrove berupa penanaman mangrove melalui anggaran reguler (Rp 12,43 miliar) seluas 391,17 ha melalui padat karya tunai yang melibatkan 1.673 orang dengan 16.378 hari orang kerja," sambungnya.

Kegiatan penanam mangrove dan rehabilitasi kawasan mangrove menurut Sakti penting melihat kebermanfaatan ekosistem ini sangat dibutuhkan oleh habitat di laut dan demi melindungi pantai dari abrasi air laut.

Untuk diketahui, luas kawasan mangrove di Indonesia saat ini mencapai 3,3 juta Ha, namun 19% atau 637.624 Ha di antaranya dalam kondisi kritis.

"Kondisi ekosistem mangrove yang kritis berada di kawasan hutan seluas 460 ribu Ha atau 72,18% dan 177 ribu Ha berada di luar kawasan hutan atau 27,82% dan ini yang akan menjadi fokus KKP untuk merehabilitasi kawasan hutan mangrove karena hutan mangrove berfungsi sebagai habitat dan tempat hidup bagi organisme laut untuk berlindung, mencari makan dan berkembang biak selain itu hutan mangrove juga berfungsi untuk melindungi pantai dari abrasi air laut," tuturnya.

Simak juga 'Puluhan Ribu Benih Lobster Berkedok Paket Sayuran Dibongkar':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)