Lepas Ekspor Cysteine ke AS US$ 800 Ribu, Mendag: Ini Produk Teknologi Tinggi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 20 Apr 2021 17:15 WIB
Kemendag Lepas Ekspor ke AS
Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan pelepasan produk inovasi bioteknologi asam amino cysteine senilai US$ 800 ribu ke Amerika Serikat (AS) produksi PT Cheil Jedang Indonesia (CJI). Pelepasan ini merupakan bagian dari target ekspor PT CJI sebesar US$ 580 juta pada 2021.

Pelepasan dilakukan di Pasuruan, Jawa Timur, pada hari ini, Selasa (20/4). Hadir pada kegiatan ini Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kasan, Presiden Direktur CJ Indonesia Grup Shin Hee Sung, dan Wakil Presiden CJI Plant Pasuruan Yoon Tae Sang.

"Cysteine merupakan salah satu produk yang bernilai tambah tinggi dengan teknologi tinggi dan pasar ekspor premium. Untuk itu kita harus mendukung dan membantu agar ekspornya semakin bertambah besar," ujar Lutfi dalam keterangannya, Selasa (20/4/2021).

Lutfi mengungkapkan, Pemerintah mengapresiasi PT CJI karena Indonesia membutuhkan penciptaan produk dengan nilai tambah seperti cysteine. "Kami mendukung dan berharap hal ini dapat diikuti investasi lainnya yang bukan hanya ramah lingkungan, tetapi juga menyesuaikan dengan pasar internasional," kata Lutfi.

Lutfi menambahkan, investasi dan ekspor yang dilakukan PT CJI berdampak pada perkembangan ekonomi Indonesia saat ini. "Untuk itu, kami akan terus berupaya mendukung bisnis CJ yang ada di Indonesia karena produknya 90 persen berorientasi ekspor," tutupnya.

Sementara Yoon Tae Sang menyampaikan cysteine dengan merk Flavor Nrich™️ Master C telah menjawab permintaan pasar global, khususnya untuk industri makanan. Produk ini merupakan asam amino alami yang dapat dipergunakan oleh siapapun, termasuk para kelompok vegan. Pada 2021, CJI menargetkan penjualan produk FlavorNrich™️ Master C dapat menembus negara-negara di Eropa dan AS. Seluruh produk ekspor CJI merupakan produk yang sangat dibutuhkan dalam mata rantai perdagangan global untuk produk pakan dan makanan.

"Target kami bisa menguasai pasar Eropa dan AS karena memang permintaan pasar untuk produk dengan konsep alam dan ramah lingkungan ini sedang meningkat di negara tersebut," ujar Yoon Tae Sang.

Selanjutnya
Halaman
1 2