PBNU Bantah Ada UMKM Jatim Kesulitan Gula Rafinasi

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 21 Apr 2021 20:15 WIB
Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.
Foto: Ketua Umum PBNU terima kunjungan Ketua AGRI (Istimewa)
Jakarta -

Kabar kelangkaan gula rafinasi di Jawa Timur belakangan bikin geger lantaran disebut sebagai salah satu pemicu bergugurannya industri makanan dan minuman kelas kecil dan menengah di sana. Klaim tersebut disampaikan Ketua Asosiasi Pesantren Entrepreneur Jawa Timur Dr KH Muhammad Zakki.

Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benardi Dharmawan langsung melakukan konfirmasi ke kalangan usaha di Jawa Timur termasuk ke markas besar Nahdatul Ulama.

"Kyai Said menyampaikan bahwa sejauh ini kalangan usaha berkembang dengan baik meskipun sedikit terdampak pandemi. Pasokan bahan baku juga lancar. KH Said mengaku kaget dengan pemberitaan di media massa bahwa terjadi kelangkaan," kata Benardi usai bertemu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj, Rabu (21/4/2021).

Dari pengalaman sebelumnya, PBNU pasti menerima laporan bila ada industri yang dijalani para santri mengalami kendala, termasuk soal kelangkaan gula rafinasi tersebut bila benar-benar ada.

"Jika terjadi kelangkaan, apalagi dalam jumlah ribuan unit UKM terancam bangkrut, dipastikan akan ada laporan ke PBNU sebagaimana laporan warga ketawang ketika ada rencana impor beras," sambung dia.

Menyikapi adanya permintaan penambahan impor raw sugar, Said Aqil, meminta agar pemerintah bijaksana dan berhati-hati.

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengatasnamakan UKM padahal kepentingan sebenarnya adalah meminta impor," tandas dia.

(acd/dna)