17 Ribu Tiket KA Terjual di H-1 Larangan Mudik, Ini Rute Terlaris

Anisa Indraini - detikFinance
Senin, 26 Apr 2021 13:45 WIB
Pemerintah telah melarang mudik pada 6-17 Mei 2021. Kini, aturan perjalanan sebelum dan sesudah larangan mudik pun diperketat.
Ilustrasi/Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Pemerintah memutuskan kebijakan larangan mudik pada 6-17 Mei 2021. Jelang kebijakan itu, tiket kereta api (KA) laris manis terjual.

VP Public Relations KAI, Joni Martinus mengatakan per hari ini 17 ribu tiket kereta api sudah terjual. Itu hanya untuk keberangkatan 5 Mei atau H-1 mudik dilarang.

"Untuk KA Jarak Jauh keberangkatan 5 Mei 2021, dari 50 ribu tempat duduk yang KAI sediakan ke berbagai tujuan, tiket yang terjual adalah 17 ribu tiket atau baru mencapai 34%," kata Joni kepada detikcom, Senin (26/4/2021).

Adapun keberangkatan tiketnya sudah ludes terjual adalah jurusan Pasar Senen-Purwosari, Pasar Senen-Surabaya Gubeng, dan Pasar Senen-Malang. Sedangkan untuk rute lainnya masih terus bergerak karena penjualan masih berlangsung.

"Keberangkatan 5 Mei 2021 yang menjadi favorit masyarakat seperti KA Argo Wilis (Bandung-Surabaya Gubeng PP), Argo Dwipangga (Gambir-Solo Balapan), Bengawan (Pasar Senen-Purwosari), Jayabaya (Pasar Senen-Malang), Jayakarta (Pasar Senen-Surabaya Gubeng), dan KA-KA lainnya," tuturnya.

Secara keseluruhan, pada periode sebelum larangan mudik yakni 22 April-5 Mei, sebanyak 40% tiket sudah terjual. Sedangkan untuk periode setelah larangan mudik yakni 18-24 Mei, tiket yang terjual masih di bawah 10%.

"Pada pra peniadaan mudik 22 April-5 Mei 2021, KAI menyediakan rata-rata 48 ribu tiket KA Jarak Jauh per hari dan sudah terjual sebanyak 40%. Sedangkan untuk periode pasca peniadaan mudik 18-24 Mei 2021, KAI baru membuka sebanyak rata-rata 8 ribu tiket KA Jarak Jauh per hari dan yang terjual masih di bawah 10%," sebutnya.

"KAI mengingatkan kepada masyarakat untuk terus mematuhi protokol kesehatan saat menggunakan layanan KAI baik saat berada di stasiun dan berada dalam perjalanan agar dapat turut memutus mata rantai penyebaran COVID-19," imbuhnya.

(aid/ara)