Ekonomi Pulau Jawa dan Bali Masih Negatif, Bikin RI Sulit Tumbuh Positif

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 05 Mei 2021 16:18 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Ekonomi Indonesia kuartal I 2021 tercatat minus 0,74% masih mengalami kontraksi jika dibandingkan dengan kuartal IV 2020. Ekonomi Indonesia pun masih resesi.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengungkapkan pertumbuhan ekonomi memang masih terkontraksi. Namun sudah ada tanda pemulihan yang nyata.

Dia menjelaskan jika dilihat per pulau, ekonomi Indonesia masih didominasi oleh Pulau Jawa dengan sumbangan 58,7%. Tapi pada kuartal I 2021 ini perekonomian pulau Jawa masih terkontraksi 0,83%.

Selanjutnya kontribusi perekonomian terbesar kedua berasal dari Pulau Sumatera dengan kontribusi 21,54%. Ekonomi di Sumatera tercatat -0,86%. Hal ini yang menyebabkan ekonomi nasional belum bisa positif.

"Meski demikian, kalau kita lihat ada beberapa pulau yang sudah menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang positif. Sulawesi pertumbuhan ekonominya sudah positif 1,2%, Maluku dan Papua sudah positif 8,97%," tambah dia.

Kemudian untuk wilayah dengan kontraksi perekonomian terdalam masih ada di Pulau Bali dan Nusa Tenggara. Kontraksinya mencapai 5,16%.

"Bali kontraksinya masih dalam karena pertumbuhan ekonominya dari pariwisata dan kita tau sektor ini paling terdampak oleh COVID-19. Sehingga pemulihan ekonomi Bali akan sangat tergantung dari penanganan COVID-19," jelasnya.

Lalu, kontraksi perekonomian terdalam kedua ada di kepulauan Kalimantan dengan realisasi -2,23%. Secara keseluruhan, Ia menyebutkan sudah ada 10 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif.

"Jadi dalam kuartal satu ini, sudah ada 10 provinsi yang mengalami pertumbuhan positif, yang lainnya masih mengalami kontraksi tetapi kontraksi semakin menipis dengan catatan kontraksi di Bali masih cukup dalam," ujar Suhariyanto.

(zlf/zlf)

Tag Terpopuler