Nasib Giant Tamat Juli, Karyawan Bisa Lamar ke IKEA-Guardian

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 03 Jun 2021 14:53 WIB
Pengunjung mendatangi gerai Giant yang masih beroperasi, di Jalan Jatiwaringin, Kota Bekasi, Rabu (26/05/2021). Namun PT Hero Supermarket Tbk (HERO) memastikan akan menutup seluruh gerai Giant pada Juli 2021. Penutupan ini sebagai bagian strategi bisnis perusahaan.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Seluruh gerai Giant akan tutup pada Juli 2021. Penutupan itu juga berdampak pada nasib karyawan perusahaan yang bekerja di Giant.

Head of Corporate and Consumer Affairs Diky Risbianto memastikan karyawan Giant yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akan diberikan kompensasi dan diperbolehkan mendaftar kerja di lini usaha PT Hero Supermarket Tbk, seperti IKEA, Guardian, hingga Hero Supermarket.

"Sebagai ungkapan terima kasih kami atas dukungan dan kerja keras karyawan yang terdampak selama ini, kami akan memberikan kompensasi di atas jumlah yang direkomendasikan di UU Cipta Kerja serta surat referensi untuk membantu masa transisi mereka ke kesempatan kerja yang baru," kata Diky kepada detikcom, dikutip Kamis (3/6/2021).

"Atau boleh daftar kerja di lini usaha lain yang masih di bawah naungan PT Hero Supermarket Tbk, seperti IKEA, Guardian, hingga Hero Supermarket," lanjut Diky.

Meski demikian, Diky belum bisa memastikan berapa jumlah karyawan yang terdampak PHK, karena tergantung dengan perubahan gerai Giant yang akan menjadi brand ritel lain.

"Kami juga belum dapat memberi tahu secara pasti jumlah karyawan kami yang terdampak, karena bergantung pada perubahan gerai Giant ke lini bisnis kami yang lain atau pengalihan kepemilikan gerai ke brand ritel lain," ungkap Diky.

Diky pun mengatakan perusahaan akan berupaya membuka lapangan kerja baru seiring dengan perkembangan bisnis perusahaan.

"Kami juga berharap dapat menyediakan peluang baru seiring dengan pengembangan bisnis kami lainnya yang memiliki potensi pertumbuhan positif yaitu Guardian, IKEA, dan Hero Supermarket ke depannya," pungkasnya.

Seperti diketahui penutupan seluruh gerai Giant dilakukan karena PT Hero Supermarket Tbk akan fokus mengembangkan IKEA, Guardian, hingga Hero Supermarket. Potensi pertumbuhan dari tiga brand tersebut lebih tinggi dibandingkan Giant.

"Kami melihat potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dari IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Kami akan memfokuskan investasi kami dalam proses pengembangan ketiga brand tersebut," ungkap Diky kepada beberapa waktu lalu.

Sementara itu jika dilihat dari kinerja keuangannya, perusahaan induk Giant, PT Hero Supermarket Tbk mengalami kerugian hingga Rp 1,2 triliun sepanjang tahun 2020. Kerugian ini jauh lebih parah dibandingkan tahun 2019 sebesar Rp 33,18 miliar.

Pada tiga bulan pertama atau kuartal I-2021, HERO masih mencatatkan kerugian sebesar Rp 1,65 miliar. Hal ini disebabkan kinerja penjualan dan pendapatan usaha yang turun menjadi Rp 1,76 triliun.

Tonton juga Video: Ritel Berguguran, 6 Gerai Giant Dikabarkan akan Tutup

[Gambas:Video 20detik]




(ara/ara)