Driver GoSend Mogok Massal, Ini 3 Alasannya

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 10 Jun 2021 21:00 WIB
GoSend
Foto: Dok. Gojek
Jakarta -

Aksi mogok massal sedang dilakukan oleh kumpulan driver Gojek yang menjadi mitra GoTo untuk layanan GoKilat atau GoSend Same Day Delivery (SMD) dengan cara off bid. Hari ini merupakan hari ketiganya yang sudah dimulai sejak Selasa (8/6).

Berikut 3 alasannya:

Insentif Dikurangi

Driver GoSend Same Day mogok massal karena pihak GoTo telah mengubah insentif para kurir/driver secara sepihak. Untuk Gosend SMD Jabodetabek misalnya, besaran insentif ditetapkan Rp 1.000 untuk 1-9 pengantaran, Rp 2.000 untuk 10-14 pengantaran, dan Rp 2.500 yang dihitung kumulatif jika driver menyelesaikan pengantaran di atas 15 paket.

Skema ini berbeda dengan sebelumnya yang besaran insentif Rp 10.000 jika driver menyelesaikan 5 pengantaran, Rp 30.000 untuk 8 pengantaran, Rp 45.000 untuk 10 pengantaran, Rp 60.000 untuk 13 pengantaran, dan Rp 100.000 untuk 15 pengantaran.

"Kalau di skema lama kita pengantaran 15 paket dapat Rp 100.000 bonusnya, untuk skema baru 15 paket dapatnya Rp 37.500, beda jauh nggak? Tapi pihak Gojek ngomongnya untuk pemerataan dan menyejahterakan driver GoSend, kesejahteraannya dari mana?," kata Perwakilan pengemudi GoSend SMD Jabodetabek, Yulianto kepada detikcom, Kamis (10/6/2021).

Usul Tarif Pokok Naik

Yulianto berharap Gojek memberikan solusi saat ada pengurangan insentif. Misalnya sebagai penggantinya, perusahaan bisa menaikkan pendapatan pokok atau tarif per jarak tempuh yang saat ini sebesar Rp 2.000/km.

"Jadi harapan kita diadain tarif dasar kayak GoRide misalnya 1-5 km tetap Rp 8.000 gitu lho. Kalau kita enggak, kalau tingkatnya 0 km berarti gratis, kalau kita ngantarnya 2 km berarti 2x2.000, yang kita dapat cuma Rp 4.000," katanya.

Seperti diketahui, mitra driver GoSend Same Day memperoleh penghasilan utama dari pendapatan tarif pokok per jarak tempuh, kemudian baru dapat insentif jika mendapat performa minimum 80%. Nah besaran insentif ini yang mengalami penyesuaian.

Ancam Lanjutkan Mogok

Yulianto mengatakan di hari ketiga mogok massa ini pihaknya belum mendapat ajakan berkomunikasi dengan manajemen Gojek. Jika tidak ada respons kemungkinan akan dilakukan aksi mogok lanjutan pada 12-15 Juni.

"Kalau misalnya mereka tidak mengeluarkan tanggapan atau solusi yang kita terima, kita bakal nyusun aksi lagi untuk di tanggal 12-15 Juni," tuturnya.



Simak Video "5 Fakta Merger Gojek dan Tokopedia yang Lahirkan GoTo"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/das)