Bahaya Corona Ngamuk Lagi: Duit Asing Kabur, Rupiah Loyo!

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 18 Jun 2021 15:32 WIB
Poster
Ilustrasi/Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Kenaikan kasus virus Corona atau COVID-19 di Indonesia menggila. Hal itu tak hanya berimbas negatif bagi sektor kesehatan tetapi juga perekonomian, terlihat dari beberapa indikator ekonomi.

Modal Asing Kabur

Lonjakan kasus positif COVID-19 direspons negatif oleh pelaku pasar modal. Hal itu terlihat dari keluarnya modal asing dari pasar saham Indonesia.

"Dampak naiknya kasus positif COVID-19 mulai terlihat dari keluarnya modal asing dalam bentuk nett sells atau penjualan bersih saham sebesar Rp 428 miliar dalam sepekan terakhir," kata Direktur Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira kepada detikcom, Jumat (18/6/2021).

Menurutnya, IHSG menjadi kurang menarik karena investor mencari aset lain yang lebih aman. Tekanan di pasar saham membuat IHSG turun 1,43% menjadi 5.983 pada sesi perdagangan siang 18 Juni 2021.

"Padahal sepekan sebelumnya IHSG masih bertengger di atas level psikologis 6.000. Koreksi IHSG diperkirakan akan berlanjut karena investor menanti kebijakan rem darurat atau pengetatan mobilitas penduduk yang dilakukan di beberapa daerah," sebutnya.

Hal yang sama diungkapkan oleh peneliti dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet. Meningkatnya kasus COVID-19 membuat prospek pemulihan ekonomi Indonesia menurun.

Ketika prospek pemulihan ekonomi menurun biasanya ditangkap oleh pelaku pasar sebagai ketidakpastian, sesuatu yang tentunya tidak disukai oleh investor. Hal itu menyebabkan terjadi aliran modal keluar dari Indonesia.

"Langkah yang kemudian mereka bisa lakukan tentu pertama mereka harus mencari sumber ataupun negara ataupun market yang prospeknya relatif akan lebih bagus, entah itu dilihat dari kasus yang lebih rendah atau mungkin pemulihannya jauh lebih cepat, tentu itu akan menjadi pertimbangan," paparnya.

"Artinya kita perlu melihat dalam beberapa hari atau minggu ke depan bagaimana langkah pemerintah. Kalau seandainya langkah pemerintah ditangkap oleh pelaku pasar ini tidak berbeda dengan langkah-langkah sebelumnya tentu ini saya kira akan berdampak terhadap penurunan IHSG," lanjut Rendy.