3 Pertimbangan Tarif Tol Semarang-Solo Mau Naik

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 25 Jun 2021 07:45 WIB
Kontra flow tol Semarang-Solo, 1/6/2019
Ilustrasi/Foto: Aji Kusuma/detikcom
Jakarta -

Tarif ruas Jalan Tol Semarang-Solo akan naik mulai 27 Juni 2021 pukul 00.00 WIB. Ada beberapa hal yang jadi pertimbangan keputusan tersebut.

Dengan diberlakukannya penyesuaian tarif Jalan Tol Semarang-Solo, sebagai simulasi, untuk perjalanan terjauh bagi pengguna jalan dengan kendaraan golongan 1 (perjalanan dari GT Banyumanik menuju GT Surakarta maupun sebaliknya), tarif yang semula Rp 65.000 menjadi Rp 75.000.

Berikut tiga pertimbangannya:

1. Laju Inflasi

Penyesuaian tarif tol telah diatur dalam Pasal 48 ayat (3) Undang-Undang (UU) Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Pasal 68 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol, sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan PP Nomor 30 Tahun 2017 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 15 Tahun 2005 tentang Jalan Tol.

Berdasarkan regulasi tersebut, evaluasi dan penyesuaian tarif tol dilakukan setiap dua tahun sekali berdasarkan pengaruh laju inflasi.

2. Kenaikan Sempat Tertunda

Direktur Utama PT Trans Marga Jateng (TMJ) selaku pengelola Jalan Tol Semarang-Solo, Denny Chandra mengatakan kenaikan tarif itu telah memperhitungkan penundaan penyesuaian tarif tol sebelumnya untuk tiga seksi di Jalan Tol Semarang-Solo yang tertunda pada 2019 dan 2020.

"Selain memperhitungkan besaran laju inflasi daerah, penyesuaian tarif Jalan Tol Semarang-Solo kali ini memperhitungkan penundaan penyesuaian tarif untuk Seksi I Banyumanik-Ungaran dan Seksi II Ungaran-Bawen, yang seharusnya terjadwal pada Juli 2020. Selain dua seksi tersebut, penundaan penyesuaian tarif juga berlaku untuk Seksi III Bawen-Salatiga, yang seharusnya terjadwal pada September 2019," katanya dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis (24/6/2021).

3. Peningkatan Fasilitas

Secara umum penyesuaian tarif Tol Semarang-Solo disebut untuk menjaga kepercayaan investor dengan memastikan iklim investasi jalan tol berjalan kondusif sesuai dengan business plan, pemenuhan perjanjian pengusahaan jalan tol sebagai suatu kerja sama pemerintah dengan badan usaha, serta menjamin level of service pengelola jalan tol tetap sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Jalan Tol.

"PT TMJ secara konsisten melakukan upaya peningkatan layanan di bidang transaksi antara lain peningkatan kapasitas transaksi dengan penambahan gardu operasi di Gerbang Tol (GT) Banyumanik, penambahan gardu satelit di GT Ungaran, serta penambahan gardu reversible di GT Bawen dan GT Boyolali," ungkap Denny.

Pada bidang layanan lalu lintas, kata Denny, Jalan Tol Semarang-Solo telah melakukan upaya penambahan fasilitas jalan tol seperti pemasangan smart CCTV, penambahan CCTV lajur, pemasangan variable message sign (VMS), pemasangan guardrill di sepanjang jalan tol, pemasangan roller barrier dan LED Chevron dan penambahan kendaraan operasional ambulans dan rescue.

"Sementara dalam hal pelayanan konstruksi telah dilakukan perbaikan dan pemeliharaan fisik jalan tol secara periodik, rekonstruksi perkerasan guna meningkatkan kualitas jalan, penghijauan di sepanjang jalan tol, pembersihan lajur jalan tol dan saluran air, pemeliharaan rambu dan penerangan jalan umum serta pemeliharaan landscape jalan tol," tutup Denny.

(aid/ara)