Mampet di Pelabuhan, Ratusan Kontainer Sayur-Buah Terancam Busuk

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 14 Jul 2021 15:07 WIB
Aktivitas bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Selasa (25/9/2012). Pengamat Ekonomi dari Standard Chartered Bank mengatakan perekonomian dunia akan mengalami kenaikan pada level 3,2%. Pertumbuhan tersebut akan berdampak pada impor dan ekspor Indonesia pada tahun 2013.
Ilustrasi/Foto: Jhoni Hutapea
Jakarta -

Ratusan kontainer berisi sayur dan buah terancam mengalami penurunan kualitas hingga busuk. Sebab, kontainer-kontainer tersebut tidak bisa keluar dari pelabuhan imbas gangguan pada Customs Excise Integrated System and Automation (CEISA).

Sekretaris Umum Asosiasi Eksportir Importir Buah dan Sayur Segar (Aseibssindo) Hendra Juwono menjelaskan, gangguan tersebut sangat terdampak pada importir sayuran dan buah. Sebab, hal itu akan menambah biaya penumpukan serta listrik untuk pendingin.

"Para importir-impotir buah-buahan dan sayuran segar sangat terdampak, yang akibatnya menaikan biaya-biaya penumpukan. Listrik untuk pendingin kontainer yang biaya rata-rata Rp 2,1 juta/ kontainer 40 feet untuk 3 hari pertama sejak tiba, dan biaya tersebut akan naik secara progressive setelah hari ke 4 sampai kontainer keluar pelabuhan," katanya kepada detikcom, Rabu (14/7/2021).

Selain itu, pengusaha juga menerima risiko dari penurunan kualitas buah dan sayur.

"Betul, dapat mengakibatkan busuk, layu," katanya.

Hingga saat ini, pihaknya belum menerima laporan berapa banyak sayur dan buah yang busuk. Sebab, hingga saat ini kontainer-kontainer tersebut masih tertahan di pelabuhan.

Dia juga bilang, belum bisa menghitung kerugian imbas tertahannya sayur dan buah di pelabuhan tersebut. Namun, dia memperkirakan, jumlah kontainer yang tertahan sekitar 500 kontainer di seluruh Indonesia.

"Perkiraan kami berjumlah 500-an kontainer di seluruh Indonesia," ujarnya.

Simak video 'Selama PPKM Darurat, Perjalanan Angkutan Logistik di Pelabuhan Meningkat':

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)