Eropa Setop Produksi Mobil Diesel dan Bensin Mulai 2035

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 15 Jul 2021 11:47 WIB
Di Madrid saat ini ada area rendah emisi seluas 472 hektar. Di area ini, mobil berbahan bakar bensin buatan sebelum tahun 2000 atau mobil diesel sebelum 2006 dilarang lewat.
Ilustrasi/Foto: dadan kuswaharja
Jakarta -

Berencana untuk mengurangi emisi gas karbon, Uni Eropa telah mengumumkan bahwa mereka akan segera mengakhiri produksi dan penjualan kendaraan berbahan bakar bensin dan diesel. Rencana ini ditargetkan oleh Uni Eropa untuk dapat terealisasi pada tahun 2035 mendatang.

Melansir dari CNN, Kamis (15/7/2021), Komisi Eropa (badan eksekutif Uni Eropa) mengatakan bahwa mereka telah meminta kepada perusahaan-perusahaan di industri otomotif untuk memangkas emisi rata-rata mobil baru mereka sebesar 55% pada tahun 2030. Target 2030 yang baru akan menjadi lompatan signifikan dari target UE saat ini untuk mengurangi emisi dari mobil baru sebesar 37,5%.

Setelahnya, pada tahun 2035, setiap perusahaan otomotif di Eropa diminta untuk hanya memproduksi mobil/kendaraan yang tidak mengeluarkan emisi gas sama sekali. Dengan kata lain, pada 2035 mendatang, Uni Eropa hanya akan memproduksi mobil listrik.

"Ekonomi bahan bakar fosil telah mencapai batasnya. Kami ingin meninggalkan generasi berikutnya sebuah planet yang sehat serta pekerjaan yang baik dan pertumbuhan yang tidak merusak alam kita," kata Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen dalam sebuah pernyataan.

Untuk memfasilitasi peralihan penggunaan kendaraan berbahan bakar bensin menjadi mobil listrik, Komisi Eropa mengatakan bahwa mereka akan meminta 27 negara anggota UE untuk memperluas kapasitas pengisian daya kendaraan. Ke depannya, titik pengisian daya kendaraan listrik ini akan dipasang setiap 60 kilometer (37,3 mil) di jalan raya utama, dan tarif pajak minimum untuk bahan bakar bensin dan solar akan dinaikkan.

"Ini adalah titik balik bagi industri otomotif dan kabar baik bagi pengemudi," kata William Todts, direktur eksekutif grup lobi Transport & Environment.

"Aturan baru UE akan mendemokratisasi mobil listrik dan memberikan dorongan besar untuk pengisian daya," tambahnya

Di sisi lain, perusahaan-perusahaan otomotif dinilai cukup kooperatif terkait rencana Uni Eropa untuk menghentikan produksi dan penjualan mobil berbahan bakar bensin dan diesel. Seperti contoh perusahaan otomotif Volkswagen, yang juga pemilik merek Audi dan Porsche, mengatakan bahwa mereka ingin kendaraan listrik menyumbang 50% dari penjualannya pada tahun 2030.

Selain itu, ada juga perusahaan otomotif asal Amerika, Ford, telah mengumumkan rencana mereka untuk hanya menjual kendaraan listrik di Eropa pada tahun 2030. Sedangkan untuk perusahaan otomotif lainnya seperti Renault, Volvo, BMW dan Mercedes-Benz telah menguraikan program mereka masing-masing untuk meningkatkan produksi mobil yang lebih bersih.

(eds/eds)