Amsyong! Kasino Ini Kehilangan Kontrak Rp 95 T

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 23 Jul 2021 09:38 WIB
Suasana Southbank di depan kompleks kasino Crown. Foto: Erwin Renaldi
Foto: Suasana Southbank di depan kompleks kasino Crown. Foto: Erwin Renaldi
Jakarta -

Perusahaan kasino Australia Star Entertainment Group menarik proposal pembelian perusahaan saingannya, Crown Resorts. Dalam sebuah penyelidikan, Star menemukan fakta bahwa Crown telah kehilangan lisensi utamanya.

Dilansir dari Reuters, Jumat (23/7/2021), proposal pembelian yang ditarik Star disebutkan memiliki nilai hingga US$ 6,6 miliar atau sekitar Rp 95 triliun (dalam kurs Rp 14.400).

Operator kasino nomor dua di negara itu, mengatakan pihaknya masih mempertimbangkan untuk bekerja sama dengan Crown. Namun, karena lisensinya bermasalah, mereka khawatir tentang dampak penyelidikan terhadap nilai perusahaan yang akan dibelinya itu.

Keputusan tersebut menghilangkan kesempatan hidup bagi Crown yang telah berusaha meyakinkan regulator bahwa mereka dapat membangun kembali citranya sebagai kasino yang benar. Setelah sebelumnya penyelidikan pada bulan Februari menemukan ada kemungkinan pencucian uang di dalam arena judi milik Crown selama bertahun-tahun.

Sejak penyelidikan itu, pemerintah setempat menyatakan Crown tidak layak untuk membuka kasino di Sydney. Penyelidikan itu dilakukan bersama dengan penutupan tempat judi karena lockdown COVID-19 di seluruh negeri.

Kejadian ini pun telah menekan saham Crown. Bahkan memicu pendekatan pengambilalihan untuk perusahaan yang sahamnya dimiliki miliarder James Packer 37% ini.

"Penarikan proposal oleh Star tidak mengejutkan. Mengingat risiko yang ditimbulkan oleh Penyelidikan Komisi Kerajaan Victoria," kata analis Goldman Sachs.

Sebelum menjalin kerja sama dengan Star, Crown pernah menolak proposal dengan harga lebih rendah dari Blackstone Group pada bulan Mei.

(hal/fdl)