AS-China Diprediksi Bakal Perang Dingin, Apa Pemicunya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 26 Jul 2021 08:04 WIB
AS dan China: Mengapa hubungan mereka lebih dari sekadar Perang Dingin kedua?
Foto: BBC World
Jakarta -

China mulai mengambil tindakan keras terhadap saham-saham perusahaan nasional yang melantai di bursa Amerika Serikat. Aksi ini dinilai akan menimbulkan implikasi pasar yang luas.

Beijing telah melakukan tindakan yang membuat perusahaan-perusahaan China yang melantai di bursa AS memiliki gerak yang minim di pasar China. Misalnya saja membekukan aplikasi untuk dipakai di handphone.

Ekonom Stephen Roach, yang dianggap sebagai salah satu pakar terkemuka dari pasar Asia menilai tindakan China dapat mempengaruhi hubungan antar kedua negara. Roach percaya kejadian ini menandakan tahap awal perang dingin.

"Saya seorang optimis ketika bicara mengenai China, tapi saya merasa tindakan ini sangat mengganggu. China mengejar inti dari ekonomi baru yang didorong oleh kewirausahaan, dan mengejar model bisnis mereka," kata Roach dilansir dari CNBC, Senin (26/7/2021).

Menurut Roach, ketegangan antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia ini bisa mencapai tingkat yang paling tinggi sejak awal 1970-an. Ketegangan ini disebut dapat merembet ke ekonomi riil antar dua negara.

"Bahkan jika perusahaan AS tidak berdagang langsung dengan China, hampir semua yang kedua negara ini sentuh melewati rantai pasokan global. Jadi, dinginnya hubungan AS-China memiliki implikasi signifikan bagi perusahaan AS dan bagi investor yang berinvestasi di perusahaan AS," ungkap Roach.

Pada hari Jumat, regulator Beijing berencana melakukan tindakan keras terhadap saham pendidikan China TAL Education dan New Oriental Education and Technology. Saham kedua perusahaan ini pun jatuh. Hal yang sama terjadi dengan Didi, perusahaan ride-hailing terkemuka di China, awal pekan ini.

Roach telah menyatakan alarm tanda bahaya telah dibunyikan pada hubungan antara AS dan China. Dia memperingatkan hubungan AS-China kemungkinan mulai terkikis dan kedua negara berada di ambang perang dingin.

"Ini adalah tindakan yang benar-benar mencapai inti dari apa yang sangat menarik tentang China selama beberapa tahun," kata Roach.

(hal/fdl)