Perintah Jokowi ke Luhut: Mati-matian Turunkan Angka Kematian COVID-19

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 29 Jul 2021 09:54 WIB
Presiden Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menghadiri pertemuan COP 21 Paris, Prancis di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (2/12/2015). Jokowi mengatakan, acara COP21 ini dihadiri oleh pemimpin dari 150 negara. Di forum itu, Indonesia memberikan dukungan kepada COP21 yang berkomitmen terhadap isu perubahan iklim.
Foto: agung pambudhy
Jakarta -

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membeberkan perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menangani pandemi COVID-19. Jokowi memerintahkan seluruh bawahannya termasuk dirinya untuk mati-matian menurunkan angka kematian akibat virus Corona.

"Secara khusus Presiden @jokowi menyampaikan kepada kami semua bawahannya untuk bekerja mati-matian menurunkan angka kematian," tulis Luhut dalam akun Instagram-nya @luhut.pandjaitan, dikutip detikcom Kamis (29/7/2021).

Menindaklanjutinya, mantan Menkopolhukam itu menyampaikan kepada seluruh kementerian/lembaga (K/L) terkait agar selalu mengecek dan melihat keadaan di lingkungan kerja dan tempat tinggal masing-masing, apakah sudah berjalan pelaksanaan testing, tracing, dan treatment (3T).

"Jika saat ini kami yang duduk di pemerintahan sedang mengejar pelaksanaan 3T, saya berharap seluruh masyarakat Indonesia bisa membantu kami dengan lebih disiplin lagi menerapkan protokol kesehatan dan mengikuti vaksinasi agar kehidupan dan aktivitas kita bisa normal kembali seperti sedia kala," sebut Luhut.

Dia pun bercerita dirinya banyak belajar dari pengalaman karir di dunia militer dan pemerintahan bahwa setiap strategi yang disusun untuk kebijakan publik harus dilakukan secara bertahap, bertingkat, dan berlanjut.

"Seperti halnya saat ini ketika diberi tugas menjadi koordinator PPKM Level 4 yang sedang diterapkan sejak 26 Juli hingga 2 Agustus 2021 mendatang. Saya sampaikan kepada seluruh K/L terkait bahwa kita harus menggalakkan 3T (Testing, Tracing, dan Treatment) hingga minimal ke delapan orang yang memiliki kontak erat dengan penderita COVID-19," jelas Luhut.

Mengenai mekanismenya, Luhut ingin dilakukan secara kombinasi, yakni digital dan lapangan. Lalu hasilnya akan terintegrasi dalam sebuah sistem yang padu.

Dengan masifnya pelaksanaan testing dan tracing seperti itu, diperkirakan kasus konfirmasi harian akan tinggi karena
kapasitas testing yang meningkat. Dia memohon kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk tidak perlu khawatir. Sebab, dengan semakin banyak orang yang dites dan dilacak, maka potensi penularan virus bisa berkurang.

"Pasien konfirmasi positif atau kontak erat dengan hasil positif akan dibawa ke tempat-tempat isolasi terpusat yang telah disiapkan lengkap dengan fasilitasnya yaitu 49.000 bed isolation, oksigen, obat-obatan dan perawatan penunjang lainnya sesuai standar WHO," terangnya.

Selain upaya 3T yang akan lebih masif ke depannya, Luhut juga menekankan agar vaksinasi harus terus berjalan. Dengan target stok vaksin bulan depan yang harus tersedia sebanyak 50 juta dosis, dia memperkirakan target 2 juta suntikan vaksin per harinya bisa tercapai pada awal Agustus.

(toy/fdl)