Keren! UMKM Fesyen Bantul Ini Ekspor 1.000 Kain/Bulan ke India

Nurcholis Ma - detikFinance
Sabtu, 31 Jul 2021 18:56 WIB
Arane Indonesia
Foto: Nurcholis Ma'arif
Jakarta -

Produk fesyen yang mengusung ramah lingkungan ternyata punya pasar yang luas, termasuk di pasar global. Hal itu dialami salah satu Entrepreneur Heroes BNI, Arane Indonesia dari Bantul, Yogyakarta yang sudah mengirim ekspor 1.000 kain per bulan ke India selama dua tahun terakhir sebelum pandemi terjadi.

Pemilik Arane Indonesia, Elsana Bekti Nugroho menjelaskan produk fesyen yang diproduksi Arane menggunakan teknik ecoprinting, yaitu teknik yang memanfaatkan daun, batang, bunga, dan akar untuk dijadikan hiasan bentuk organik lewat proses pengukusan bersama kainnya.

"Dan Arane membuktikan dan mewujudkan ecoprinting Indonesia di tahun 2017 itu. Ecoprinting mengusung (produk fesyen untuk) para pecinta gaya hidup sehat atau lifestyle," ujarnya dalam acara Festival Ide Bisnis, Sabtu (31/7/2021).

"Dan juga teknik ini menjunjung tinggi terjadinya kanker kulit ke depannya jika kita terpapar oleh pewarna sintetis berlebih sesuai yang ditetapkan WHO. Waktu isu sustainability mulai merangkak dan kita jadi pioneer waktu itu," imbuhnya.

Diungkapkannya, fesyen yang dijual Arena sudah melalui proses riset yang lama, baik untuk menemukan bahan maupun cara yang tepat. Proses ecoprinting yang membutuhkan proses yang lama ini juga yang membuat fesyen Arane memiliki harga yang lumayan tinggi, yaitu sekitar Rp 500 ribu ke atas.

Meskipun memiliki harga yang tinggi, fesyen ini memiliki pasar tersendiri. Bahkan sebelum pandemi, Arane sudah rutin mengekspor 1.000 kainnya yang berbahan sutra, yang tentu harganya bisa lebih tinggi, ke India.

"Pas di (pameran) Inacraft tahun 2018 saya bertemu dengan Mas Bhin dari India yang nanya-nanya tentang produk Arane. Namun jeda hampir 1 tahun tidak ada lagi kabar. Lalu tiba-tiba ada wanita Rusia yang ingin mencoba belajar teknik ecoprinting di Arana selama tiga bulan," ujarnya.

"Pas di akhir, ternyata dia bilang saya ada bos, Mas Bhin itu saya ingin mengidentifikasi apakah Arana jadi perusahaan yang layak untuk saya order untuk export acitivty-nya. Akan saya telpon dan datang hari ini. Ternyata (sebelum ekspor) ada proses pengujian itu, kita akhirnya ekspor 1.000 kain per bulan," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam pembukaannya mengapresiasi gelaran Festival Ide Bisnis by Xpora yang digelar detikcom dan BNI. Sebab gelaran ini dapat mendorong UMKM lainnya menembus pasar ekspor.

"Ini merupakan kesempatan yang baik untuk kita yang didominasi oleh pahlawan ekonomi nasional, para UMKM untuk mendapatkan inspirasi, tips dan trik, hingga ide bisnis inovatif dalam upaya menembus pasar ekspor," ujarnya.

"UMKM adalah kita, 99% postur pelaku usaha, 97% serapan tenaga kerja, bahkan berkontribusi sebesar 61% kepada PDB nasional, namun bicara rasio kewirausahaan baru di angka 3,47%, sedangkan syarat negara maju sebesar 4%," imbuhnya.

Dengan rendahnya besaran ekspor dan rasio wirausaha, menurut Teten itu menjadi catatan penting. Untuk itu, Ia mendorong beberapa pihak untuk ikut berkontribusi dalam meningkatkan UMKM RI.

"Dibutuhkannya gerakan seluruh stakeholder untuk menciptakan masa depan UMKM Indonesia berbasis kreativitas dan teknologi," tutup Teten.

Untuk mengetahui cerita inspiratif dari para Entrepreneur Heroes BNI lainnya, kamu bisa menonton acara Festival Ide Bisnis Xpora by BNI yang masih berlangsung hingga 3 Agustus 2021 mendatang.

Acara ini bisa disaksikan pada pukul 13.00-14.30 WIB melalui streaming di detik.com/ide-bisnis-xpora. Yuk ikut dan dapatkan Ide Bisnis Ekspor yang Kreatif dari Para Entrepreneur Heroes BNI #EksporJadiMudah #UMKMGoGobal #SemangatBangkitdariCorona sponsored by BNI.



Simak Video "Biar Bisnis Kamu Tak Tertinggal Saat Pandemi"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/hns)