PPKM Diperpanjang (Lagi), Ekonomi Bisa Makin Berdarah-darah

Siti Fatimah - detikFinance
Selasa, 03 Agu 2021 10:35 WIB
Arus lalu lintas terpantau ramai lancar di sejumlah pos penyekatan di beberapa titik pada masa Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level 4 di Jakarta, yang akan berakhir Senin (02/08/2021).
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya

Bhima mengatakan, pihaknya melihat kinerja industri manufaktur mengalami penurunan pada Juli. Terlihat dari PMI yang jatuh ke level 40,1 dari sebelumnya di 53.

"Kalau PMI industri sudah di bawah 50 artinya mengurangi kapasitas produksinya. Imbas lainnya, perusahaan yang mengajukan penundaan pembayaran utang bertambah, bahkan tidak sedikit yang pailit karena cashflow-nya menipis," katanya.

Dia menyarankan agar perpanjangan PPKM ini benar-benar dapat menurunkan angka kasus harian nasional. Selain itu, bantuan sosial pun diusulkan agar ditambah agar semakin sedikit masyarakat yang terdampak.

Serupa, Director Political Economy & Policy Studies (PEPS), Anthony Budiawan mengatakan, PPKM Level 4 jika berjalan ketat maka otomatis akan memperlambat konsumsi dan ekonomi. Menurutnya, pendapatan masyarakat jelas menurun dan masyarakat akan bergantung pada peran pemerintah.

"Kalau PPKM berjalan betul maka otomatis akan memperlambat konsumsi, memperlambat ekonomi. Pendapatan perusahaan dan masyarakat akan turun," kata Anthony.

"Karena itu, pemerintah harus memberi bantuan biaya hidup untuk masyarakat yang berpenghasilan harian yang terkena dampak negatif PPKM. Bantuan ini akan menunjang konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar tidak turun terlalu tajam," sambungnya.


(ara/ara)