3 Tips Jitu Buat Ekspor Produk UMKM ke Jepang

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 04 Agu 2021 08:07 WIB
Suasana aktivitas bongkar muat di Jakarta International Container Terminal, Jakarta Utara, Rabu (5/9/2018). Aktivitas bongkar muat di pelabuhan tetap jalan di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpuruk. Begini suasananya.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Jepang menjadi salah satu tujuan ekspor yang cukup menjanjikan bagi produk UMKM. Sebelum melakukan ekspor ada baiknya pelaku UMKM mencari tahu dahulu tips-tips ekspor ke Jepang dan produk apa saja yang paling laku diekspor.

Perwakilan Bank BNI Cabang Tokyo, Dyah Paramita Novia Putri memberikan sedikit bocoran mengenai produk yang laku diekspor ke Jepang. Dyah menyatakan produk makanan dan minuman alias food and beverage memiliki peluang besar menembus pasar Jepang.

"Untuk usaha yang memiliki peluang besar bagi UMKM untuk melakukan penetrasi ke pasar jepang adalah food and beverage, di antaranya produk halal," ungkap Dyah dalam Festival Ide Bisnis Xpora yang diselenggarakan detikcom dan BNI, Selasa (3/8/2021).

Dia mengatakan salah satu cara memasarkan produk makanan dan minuman adalah melalui usaha-usaha para diaspora yang sudah ada di Jepang. Setidaknya, saat ini ada 64 restoran orang Indonesia yang memiliki potensi untuk diajak kerja sama para pelaku UMKM.

"Berdasarkan info yang kami himpun, ada sekitar 64 restoran di Jepang yang dijalankan diaspora Indonesia, ini peluang bagi UMKM untuk bersinergi dengan diaspora di Jepang," papar Dyah.

Bukan cuma makanan dan minuman saja, beberapa produk lain yang bisa diekspor adalah produk furniture, handicraft, dan produk sektor pertanian.

Potensi produknya sudah ada, lalu apa saja tipsnya agar UMKM bisa melakukan ekspor ke Jepang?

1. Ketahui Karakteristik Pasar Jepang

Dyah mengatakan hal yang disiapkan pelaku UMKM yang pertama adalah mengetahui karakteristik pasar di Jepang.

Pelaku UMKM sebaiknya banyak melakukan riset mengenai selera dan kebutuhan masyarakat jepang, sehingga bisa menyesuaikan produknya. Sedikit bocoran dari Dyah, untuk produk olahan makanan ternyata orang Jepang tidak terlalu suka yang rasanya pedas.

"Misalnya untuk makanan, masyarakat jepang tidak suka yang spicy. Lalu kalau furniture desainnya yang simpel dan ukurannya tidak terlalu besar. Selain itu untuk warna kebanyakan orang Jepang suka warna alam," papar Dyah.

Lanjutkan membaca di halaman berikutnya