Ada Bantuan Kuota Internet dan UKT, Sri Mulyani: Cegah Mahasiswa DO

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 05 Agu 2021 05:30 WIB
Menkeu Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir bicara soal keberadaan Harley Davidson dan Brompton di pesawat Garuda. Menteri BUMN ungkap pemilik Harley itu.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Kabar baik buat dunia pendidikan di Indonesia, pemerintah memberikan bantuan sosial kepada siswa, mahasiswa, guru, dan dosen. Khusus untuk mahasiswa, per September nanti pemerintah juga memberikan bantuan pembayaran uang kuliah tunggal (UKT).

Bantuan diberikan bagi mahasiswa yang kesulitan membayar UKT per semester. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati bantuan ini diberikan untuk mencegah mahasiswa drop out (DO) akibat kesulitan membayar uang semester di tengah pandemi.

"Dengan ada bantuan ini, bagi mahasiswa yang tertekan ekonominya tak perlu drop out, mencegah mahasiswa drop out karena tidak bisa membayar uang kuliah. Mungkin banyak mahasiswa yang keluarganya terkena dampak pandemi," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers virtual, Rabu (4/8/2021).

Sri Mulyani mengatakan anggaran untuk bantuan UKT diberikan sebesar Rp 745,2 miliar. Targetnya ada 310.508 mahasiswa yang mendapatkan bantuan ini.

Di sisi lain, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim mengatakan bantuan ini akan mulai disalurkan per September 2021 kepada seluruh mahasiswa yang ada di perguruan tinggi di Indonesia.

"Mendengar keluhan mahasiswa karena dampak ekonomi COVID-19 ini kami merespons dengan membuat bantuan uang kuliah tunggal atau UKT yang kami lanjutkan. Mulai September 2021 kami akan menyalurkan Rp 745 miliar rupiah untuk bantuan UKT bagi mahasiswa yang terdampak COVID-19," ungkap Nadiem.

Nadiem menjelaskan bantuan diberikan sesuai dengan jumlah tagihan UKT per semester. Namun, bantuan ini hanya akan diberikan maksimal Rp 2,4 juta per mahasiswa. Bila ada mahasiswa yang UKT-nya di atas Rp 2,4 juta, sisa tagihan UKT dikembalikan kepada pihak perguruan tinggi.

"Bantuan diberikan at cost atau sesuai besaran UKT, dengan batas maksimal Rp 2,4 juta per mahasiswa. Jika lebih besar dari itu maka selisih dari UKT itu merupakan kebijakan perguruan tinggi sesuai kondisi mahasiswa," jelas Nadiem.

Bantuan ini akan diberikan kepada mahasiswa aktif yang kesulitan membayar kuliah dan belum mendapatkan bantuan apapun. Mahasiswa yang sudah lebih dahulu mendapatkan bantuan KIP Kuliah, Bidik Misi, ataupun beasiswa dari pemerintah dalam bentuk lainnya tidak diperkenankan mengikuti program ini.

Bukan cuma UKT buat mahasiswa, pemerintah juga memberikan bantuan kuota belajar gratis. Seperti apa rincian bantuannya? Cek halaman berikutnya.