Penumpang Anjlok, Garuda Harap Umrah-Haji buat RI Dibuka Lagi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 19 Agu 2021 20:18 WIB
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra dan Komut Garuda Indonesia Triawan Munaf jadi pembicara dalam talkshow di Kementrian BUMN. Mereka melakukan salam komando.
Dirut Garuda Indonesia Irfan Setiaputra/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk harap-harap cemas gerbang umrah dan haji dibuka lagi. Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, umrah bisa mengerek pendapatan maskapai pelat merah ini.

Penerbangan umrah dan haji menjadi salah satu andalan Garuda untuk mendulang pendapatan. Dalam catatan detikcom, penerbangan haji dan umrah berkontribusi kepada 10% pendapatan Garuda Indonesia.

"Pertanyaan besar adalah apakah umrah Oktober ini akan buka? Mungkin pendapatan kita akan cukup jauh bergeraknya. Apalagi antrean umrah sudah panjang," ujar Irfan dalam paparan publik virtual, Kamis (19/8/2021).

Irfan juga berharap syarat penerbangan penumpang domestik makin mudah. Pihaknya ingin syarat perjalanan cukup dengan antigen dan sertifikat vaksin saja.

"Kita berharap antigen dan vaksin jadi syarat lebih mudah. Kita percaya kalau vaksin dua kali sudah makin baik," ungkap Irfan.

Garuda Indonesia mencatat jumlah penumpang sepanjang 2020 hanya mencapai 10,8 juta. Angka tersebut turun 66,1% dibandingkan 2019 yang mencapai 31,9 juta penumpang.

Perkara umrah dan haji sendiri sampai saat ini belum jelas apakah jemaah dari Indonesia bisa masuk ke Arab Saudi. Bahkan, saat pembukaan pendaftaran haji dan umrah per 9 Agustus silam, Indonesia masih belum diperbolehkan.

Salah satu syarat jamaah haji dan umrah boleh mengikuti haji dan umrah adalah sudah divaksinasi. Namun, vaksin Sinovac dan Sinopharm yang selama ini banyak digunakan di Indonesia tidak masuk syarat yang diizinkan.

(hal/ara)