Keras! China Mau Atur Harta Konglomerat, Ada Apa Nih?

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 20 Agu 2021 10:31 WIB
Bendera China
Foto: Shutterstock
Jakarta -

China akan mengatur kekayaan yang berlebihan di negerinya. Hal itu dilakukan karena adanya jurang antara orang kaya dengan orang menengah ke bawah yang cukup besar. Presiden China Xi Jinping menginginkan adanya kemakmuran bersama di negerinya.

Dikutip dari Insider, Jumat (20/8/2021), Xinhua melaporkan pengumuman tersebut menandakan pemerintah China akan mengambil sikap yang keras terhadap distribusi kekayaan yang tidak merata.

Pengumuman itu merupakan pertemuan ke-10 dalam Komite Sentral untuk Urusan Keuangan dan Ekonomi. Dalam pertemuan itu juga hadir Perdana Menteri Li Keqiang, Ketua Konferensi Permusyawaratan Politik Rakyat Tiongkok Wang Yang, dan pejabat dari berbagai kementerian lainnya.

Bersama kesempatan itu, para pejabat China berkomitmen untuk memperluas kelas menengah dan meningkatkan pendapatan kelompok berpenghasilan rendah.

Dalam upaya untuk mendistribusikan kekayaan secara lebih merata, China juga akan mengatur penghasilan yang terlalu tinggi. Namun, para pejabat tidak merinci apa yang dimaksud dengan pendapatan yang berlebihan itu.

Sebagai informasi, China memiliki kesenjangan yang sangat tinggi. Pada 2020, 20% penduduk kaya di China memperoleh lebih dari 10 kali lipat dari 20% penduduk miskin.

Kemudian, menurut Database Ketimpangan Dunia pada 2018 saja 10% orang terkaya di negara itu memperoleh 41% pendapatan, sedangkan 50% populasi miskin hanya memperoleh 14,4% dari total pendapatan.

China sejauh ini telah melonggarkan warga negaranya untuk menjadi kaya. Untuk itu, Presiden China berjanji untuk menghilangkan kemiskinan ekstrem dalam dekade ini.

Selama dua dekade terakhir ekonomi China tumbuh dengan PDB meroket dari US$ 2,23 triliun pada 2000 menjadi $11,8 triliun pada tahun 2020. Tahun lalu, meskipun ada pandemi, China adalah satu-satunya negara besar di dunia yang mencatat pertumbuhan ekonomi.

(ara/ara)