Belajar dari China yang Lockdown Biar Ekonominya Nggak Makin Down

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 24 Agu 2021 21:45 WIB
Pertumbuhan ekonomi China melambat pada kuartal II 2021. Biro Statistik Nasional mencatat pertumbuhan produk domestik bruto China pada periode April hingga Juni sebesar 7,9 persen.
Foto: AP Photo
Jakarta -

China telah melaporkan nol kasus lokal baru COVID-19. Hal ini menandai keberhasilan Negeri Tirai Bambu menangkal virus ini.

Dikutip dari CCTV, Selasa (24/8/2012), China melaporkan 21 kasus impor. Tapi, tidak ada kasus yang ditularkan secara lokal. Hal itu disampaikan Komisi Kesehatan Nasional (NHC) pada Senin.

Lonjakan kasus di China terutama disebabkan oleh varian Delta yang sangat menular. Kondisi ini membuat China mengambil tindakan tegas, termasuk lockdown, pembatasan perjalanan massal dan tindakan medis cepat untuk menahan penyebarannya.

"Praktik telah membuktikan bahwa tindakan pencegahan kami efektif," katanya Ma Xiaowei, Kepala NHC, dalam wawancara dengan Xinhua.

Menurut, Kepala Ahli Epidemiologi di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, Wu Zunyou mengatakan, langkah-langkah China untuk mengendalikan COVID-19 mengikuti prinsip-prinsip dasar pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Serta, mengendalikannya dalam waktu singkat.

Lanjutnya, hal ini terbukti mengendalikan lebih dari 20 wabah impor sejak pandemi dimulai. Dia bilang, hal itu merupakan cara paling efektif untuk mengendalikan penyakit menular akut seperti COVID-19 sambil mengendalikan biaya ekonomi.

"Karena virus bermutasi dan menyebar lebih cepat, kita harus merespons lebih cepat. Jika kita melonggarkan langkah-langkah pengendalian, semua upaya kita dalam setahun terakhir akan sia-sia, dan kita akan mengalami kerugian besar dan konsekuensi yang tak terbayangkan," kata Wu Zunyou.

Sementara, Pakar Epidemiologi dan Statistik Kesehatan di Universitas Wuhan Yu Chuanhua, langkah tersebut telah menghentikan penyebaran dengan biaya yang relatif kecil.

"Langkah anti-epidemi kami saat ini telah menghindari banyak infeksi dengan biaya yang relatif kecil. Berkat tindakan kami yang akurat dan teratur, sebagian besar kegiatan produksi di semua lapisan masyarakat telah dilanjutkan, dan perkembangan ekonomi positif," kata Yu Chuanhua.

Wu menuturkan, tindakan pencegahan dan pengendalian China mencerminkan nilai 'manusia pertama dan kehidupan pertama'. Langkah-langkah tersebut efektif untuk melindungi kehidupan jutaan orang dan keluarga mereka serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi.

(acd/dna)