Terpopuler Sepekan

Kala Jokowi Tanya Luhut soal Teknologi Pangan, Begini Jawabannya

Siti Fatimah - detikFinance
Sabtu, 28 Agu 2021 19:00 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) bersama calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kedua kiri) menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/HP.
Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta -

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan dirinya sempat mendapatkan pertanyaan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai perkembangan teknologi di Indonesia, khususnya teknologi pangan.

Luhut mengatakan, pertanyaan itu diajukan Jokowi pada Minggu (22/8) malam. Menjawab pertanyaan Jokowi, Luhut bilang teknologi pangan Indonesia saat ini terlalu banyak proyeknya.

Menurutnya banyak proyek teknologi pangan yang dikerjakan namun sampai saat ini tidak ada yang selesai. "Mengenai teknologi pangan kita, Pak Presiden tanya juga ke saya tadi malam, bagaimana strateginya itu? Saya bilang kita terlalu semua mau dikerjain, satupun nggak jadi," ungkap Luhut dalam sebuah acara peringatan HUT BPPT secara virtual, dikutip Sabtu (28/8/2021).

Luhut berpendapat, lebih baik saat ini mengembangkan proyek food estate Humbang Hasundutan. Untuk mengembangkan proyek itu, kata Luhut, butuh banyak sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.

"Yang ada di Humbang Hasundutan itu yang kita sarankan terus, kita harapkan ini jadi tahun depan akan jadi," ujarnya.

Secara garis besar, Luhut juga mengatakan kepada Jokowi bahwa pengembangan teknologi di Indonesia harus dievaluasi. Pengembangan benar-benar dilakukan hanya untuk sesuatu yang nyata saja.

Dia mengatakan, selama ini banyak pusat-pusat riset berjalan namun tidak ada hasilnya. Kebanyakan riset, kata dia, hanya berkonsep tapi tidak ada hasil yang dikeluarkan.

Luhut pun menyarankan agar dipilih tiga pusat riset yang jadi unggulan dan digenjot sampai berhasil menghasilkan penemuan dan inovasi yang berguna. "Selama ini kita banyak berkonsep tapi nggak ada yang jadi, maka saya usul kita tetapkan saja tiga atau berapa fokus jadikan lah itu," ungkap Luhut.

(ara/ara)