Sektor KA Tak Cuma buat Laki-laki, Perempuan Juga Bisa Unjuk Gigi

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 15 Sep 2021 20:30 WIB
Syarat Naik KRL Selama PPKM Level 3-4 Diperpanjang, Sudah Tahu?
Ilustrasi/Foto: Andhika Prasetia

Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia periode 2018-2021, Wiwik Widayanti menjelaskan bahwa dunia perkeretaapian penuh dengan tantangan, terlebih pekerjaan ini banyak diisi kaum pria, sebab pekerjaan ini penuh dengan hal teknis, sarana, prasarana, dan operasional.

Selain itu, pekerjaan mereka menuntut waktu yang tidak terbatas. Akan tetapi, justru di sinilah letak tantangannya. Seiring berjalannya waktu ternyata wanita bisa membuktikan bahwa dirinya mampu berkarir di bidang perkeretaapian ini.

"Inilah yang telah saya lakukan, alhamdulillah selama 31 tahun saya bisa berkiprah di bidang perkeretaapian. Mulai dari staf biasa hingga karier tertinggi sebagai Direktur Utama PT KCI pernah diamanahkan kepada saya. Saya yakin, srikandi dari PPI Madiun juga mampu," katanya.

Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Wilayah Jawa Bagian Barat Erni Basri, mengatakan bahwa dirinya tidak menampik anggapan jika dunia transportasi, khususnya perkeretaapian identik dengan kaum pria, namun dengan kemampuan dan juga kegigihan yang dimiliki, maka kaum perempuan dapat berkiprah di bidang ini, bahkan bukan tidak mungkin, bisa menjadi pemimpin.

"Kepada para Taruni PPI Madiun mari terus bersemangat berkontribusi sesuai perannya karena kalian semua dilahirkan dengan segala keunikan, kepekaan, kemandirian, dan naluri feminin yang selalu memahami solusi dan cara untuk bertahan hidup dengan segala kekuatannya sehingga mampu melakukan perubahan besar demi kemajuan bangsa," katanya.

Kepala Stasiun Semarang Poncol, Murti, ikut menjelaskan bahwa saat dirinya mulai bekerja di perkeretaapian hampir 100% yang masuk adalah kaum pria. Hal ini disebabkan persyaratan yang diminta adalah hard skill, yang akan menjadi bekal saat pegawai akan ditempatkan di lapangan, mengurus mesin, dan lainnya.

Sementara itu, perempuan hanya diberikan di bidang soft skill seperti di perkantoran mengurus administrasi.

"Dengan kondisi seperti saat itu, ketika wanita hanya diperbolehkan bekerja di bidang administrasi atau pelayanan penumpang, tidak membuat saya patah semangat. Saya menjadi tertantang dan yakin dengan kemampuan yang saya miliki. Ternyata akhirnya hingga saat ini saya bisa bekerja di lapangan," tutupnya.


(das/ara)