Dicecar DPR Nasib BUMN 'Hantu', Erick Thohir: Perlu Power Lebih

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 22 Sep 2021 15:17 WIB
Hari ini vaksin tahap ke-14 kembali tiba di Indonesia. Sebanyak 8 juta bulk vaksin Sinovac mendarat di Bandara Soetta. Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang menerima dan melihat langsung.
Foto: AmiriYandi/DJIKP-Kemkominfo
Jakarta -

BUMN 'hantu' alias perusahaan pelat merah yang sekarat menjadi sorotan anggota Komisi VI DPR RI. Upaya untuk melikuidasi atau menutup pun dipertanyakan karena dinilai berjalan lama.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, inisiasi Komisi VI DPR RI mendorong rencana Undang-undang (UU) BUMN merupakan hal yang tepat. Menurut Erick, melalui UU BUMN ini kinerja BUMN bisa diperbaiki secara bersama-sama.

"Karena memang di situ jelas bahwa apakah yang kita bicarakan yang namanya PMN, utang, kepemilikan itu memang tidak lain justru di UU BUMN ini yang ini harus diperbaiki," kata Erick dalam rapat kerja Komisi VI, Rabu (22/9/2021).

Erick pun menyinggung soal lamanya menutup BUMN. Erick bilang, untuk restrukturisasi BUMN saja membutuhkan waktu sampai 9 bulan.

"Contohnya saja, bagaimana tadi pertanyaan dari para anggota dewan, kok nutup lama sekali. Merestrukturisasi aja kita perlu waktu 9 bulan yang akhirnya tentu di era sekarang digitalisasi seperti ini, yang di mana dinamika dalam berusaha itu terjadi percepatan yang luar biasa, ketika kemarin perusahaan ini untung, besok saja bisa rugi langsung," paparnya.

Erick bilang, pihaknya tidak akan mengambil peran terkait privatisasi serta penyuntikan anggaran BUMN. Namun, pihaknya ingin mendapat penekanan untuk merestrukturisasi dan menutup BUMN melalui UU tersebut.

"Tapi dalam konteks kami diberi kesempatan bersama Komisi VI untuk bisa menutup atau merestrukturisasi, toh kita bersama-sama yang mengawal ini, yang saya rasa di rencana UU BUMN itu perlu mendapat penekanan, dan power lebih untuk kami melakukan. Tidak semata-mata untuk menambah kekuasaan. Tapi di sinilah justru yang ditekankan tadi, tidak lain, kami juga menjadi pressure yang baik untuk para direksi kami," ujarnya.

Erick menambahkan, dengan adanya kekuatan untuk menutup serta memberikan penjelasan ke DPR, akan menjadi dorongan direksi mengubah mentalnya. Sebab, mereka juga punya pertanggungjawaban, tidak sekadar menjabat.

"Kalau sekarang kita punya power untuk menutup tentu dengan paparan yang terbuka dengan pimpinan Komisi VI, para anggota dewan, tentu para anggota DPR yang hadir hari ini. Ini menjadi kekuatan sendiri bahwa mereka kita ubah mentalitasnya, bagaimana mereka punya pertanggungjawaban, tidak hanya sekadar tadi pada saat menjabat," katanya.

Simak juga Video: Erick Thohir: Tak Mungkin BUMN Berpihak Pada Tenaga Kerja Asing!

[Gambas:Video 20detik]



(acd/eds)