Bisa Nggak Sih Ekonomi Syariah Jadi Gaya Hidup?

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 07:20 WIB
Kabar baik untuk para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), nantinya pada kuartal III Pemerintah akan menambah slot penerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) dengan total anggaran Rp 3,6 triliun.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Gerakan Ekonomi Syariah (Gres!) bersama Mitra Mikro Social Investment berkolaborasi untuk turut mendorong pengembangan ekonomi syariah menuju gaya hidup (lifestyle). Selain melakukan literasi, juga mengimplementasikan ekonomi syariah pada sektor riil, khususnya berbasis sektor pertanian serta usaha mikro dan kecil.

Di antaranya melalui model bisnis wakaf uang dan wakaf produktif yang memberikan manfaat ekonomi dan manfaat sosial tinggi. "Gres! sejak 2013 sudah meluncurkan gerakan ekonomi syariah dan saat ini momentum untuk akselerasi ekonomi syariah menjadi gaya hidup," ungkap Guntur Subagja, aktivis Gres!, dalam Webinar Gres!Talk Manajemen Investasi Wakaf Produktif Motor Penggerak Ekonomi Syariah, Rabu (22/9/2021).

Tenaga Ahli Menteri Keuangan Halim Alamsyah memaparkan potensi wakaf di Indonesia mencapai Rp 2.000 triliun dan potensi wakaf uang Rp 188 triliun.

Namun potensi itu belum optimal karena pemahaman wakaf masih rendah, pencatatan data yang lemah, serta kolaborasi masyarakat dengan pengusaha - pemerintah- pemuka agama belum optimal. "Banyak model wakaf yg dikembangkan," kata Halim Alamsyah. Ia memberi contoh salah satunya Cash Waqf Linked Sukuk (CWLS) hasil kolaborasi Kementerian Keuangan - Badan Wakaf Indonesia - nazhir wakaf.

Guntur mengungkapkan nazhir wakaf harus memiliki kemampuan manajemen aset, manajemen investasi, dan kewirausahaan. "Wakaf uang dan wakaf produktif dapat menjadi motor akselerasi ekonomi syariah," ujar Guntur yang juga menjabat Asisten Staf Khusus Wakil Presiden RI.

Anggota Badan Pelaksana BPKH A Iskandar Zulkarnain menyampaikan BPKH sudah mengimementasikan wakaf produktif dalam investasi CWLS dan APIF, lembaga Islamic Develompment Bank (IsDB). BPKH juga menyiapkan model implementasi wakaf produktif berupa Kerjasama Operasi (BOT) bersama nazhir wakaf.

BPKH mengelola dana haji sekitar Ro 150 triliun yang diinvestasikan pada instrumen keuangan syariah. Sementara untuk mendukung sosial umat dan keagamaan berupa dana kemaslahatan umat dari hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU).

Ismi Kushartanto yang sebelumnya menjabat Direktur Eksekutif Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) memaparkan Gerakan Ekonimi Syariah sejak 2013 dan hingga kini memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonimi syariah. "Pada 2013 aset perbankan syariah baru Rp 200 triliun meningkat tiga kali lipat me jadi Rp 600-an miliar," kata Ismi.

Ismi memaparkan Gres! bertransformasi menjadi Yayasan Gres! untuk terus berkiprah dalam pengembangan ekonomi syariah nasional. "Programnya kita sesuaikan dengan perkembangan saat ini,"jelasnya.

Media Arief Rizky memaparkan Yayasan Mitro Mikro adalah nazhir wakaf yang terdaftar di Badan Wakaf Indonesia. "Kami memiliki beberapa model bisnis berbasis wakaf untuk sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan UMKM,"urainya.*

(fdl/fdl)