Realisasi Belanja APBN Capai Rp 1.560,8 Triliun Per Agustus 2021

Jihaan Khoirunnisaa - detikFinance
Jumat, 24 Sep 2021 19:03 WIB
Setiap warga yang menerima Bantuan Sosial Tunai tersebut mendapatkan uang sebesar 300ribu per bulannya.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo RI) Johnny G mengatakan penyerapan APBN terus dioptimalkan guna membantu seluruh aspek kehidupan masyarakat Indonesia. Ia menyebut hingga Agustus 2021 realisasi belanja APBN tahun anggaran 2021 tumbuh sebesar 1,5% menjadi Rp 1.560,8 triliun.

"Kinerja APBN yang baik mempercepat pemulihan ekonomi nasional. Pemerintah memastikan APBN hadir di seluruh aspek kehidupan masyarakat," ujar Johnny dalam keterangan tertulis, Jumat (24/9/2021).

Johnny menjelaskan realisasi belanja barang K/L naik 60,4% atau mencapai Rp 255,2 triliun. Peningkatan jumlah ini didominasi oleh belanja Kementerian Kesehatan, Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian PUPR, Kementerian Agama, dan Badan Layanan Umum (BLU) Kelapa Sawit.

Belanja APBN dinilainya berperan penting dalam pemberian bantuan sosial kepada 11,8 juta pelaku usaha mikro, membiayai perawatan untuk 453,28 ribu pasien COVID-19, serta penyaluran Bantuan Operasional Sekolah kepada 7,6 juta siswa sekolah Kementerian Agama.

"Belanja barang oleh pemerintah harus dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat," katanya.

Di samping itu, Johnny menjelaskan realisasi belanja modal dalam APBN yang mencapai Rp 102,6 triliun membantu upaya pemulihan kegiatan ekonomi produktif. Adapun kenaikannya didominasi oleh Kementerian PUPR, Kepolisian, Kementerian Pertahanan, dan Kementerian Perhubungan untuk membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat.

"Realisasi anggaran perlindungan sosial untuk penyaluran bantuan sosial, subsidi, dan bantuan pemerintah lainnya," terangnya.

Diungkapkannya, per 31 Agustus 2021 sejumlah bantuan telah diberikan kepada masyarakat, antara lain Kartu Sembako kepada 16,1 juta keluarga, PKH kepada 9,9 juta keluarga, bantuan sosial tunai kepada 10 juta keluarga, Kartu Prakerja untuk 3,6 juta peserta, subsidi upah untuk 2,1 juta pekerja, diskon listrik kepada 32,6 juta rumah tangga 450VA dan 900VA, dan BLT Desa kepada 5,5 juta kelompok penerima.

Sementara untuk bidang kesehatan realisasi belanja APBN digunakan dalam upaya penanganan COVID-19 dan PBI JKN. Beberapa di antaranya meliputi pengadaan vaksin 94,5 juta dosis, insentif kepada 941,4 ribu tenaga kesehatan di pusat, dan pembayaran 96,5 juta masyarakat tidak mampu semuanya menggunakan APBN.

Sementara itu, lanjut dia, realisasi belanja subsidi oleh pemerintah mencapai Rp 64,1 triliun. Jumlah ini terdiri dari realisasi penyaluran 8.848,1 ribu kilo liter BBM, 4.299,8 juta kg LPG, 37,68 juta pelanggan listrik, dan 36,6 Twh volume konsumsi listrik.

Ia mengatakan pemerintah akan terus mengoptimalkan realisasi belanja hingga akhir tahun ini. Sebagai bagian dari instrumen kebijakan fiskal, APBN ditujukan untuk menstimulasi kegiatan ekonomi sehingga membawa kesejahteraan bagi masyarakat.

"Pada masa pandemi seperti ini, APBN berperan besar dalam menopang ekonomi bangsa Indonesia. Melalui alokasi anggaran yang berfokus pada kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam konteks penanganan pandemi, APBN menjadi salah satu bukti nyata kehadiran negara bagi seluruh rakyatnya," pungkasnya.

(akd/hns)