Disindir Sandi, Sri Mulyani Jelaskan Alasan Tega Pangkas Anggaran

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 27 Sep 2021 14:37 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani didampingi anggota dewan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyampaikan kerangka kebijakan ekonomi makro dan pokok-pokok kebijakan fiskal (KEM PPKF) tahun 2022, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (20/05/2021).
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyindir Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati soal dipangkasnya anggaran Kemenparekraf. Sri Mulyani pun memberi penjelasan kenapa pihaknya memangkas anggaran Kemenparekraf.

"Kita menghadapi dalam situasi ini adalah situasi yang luar biasa, yaitu sebuah virus yang terus melakukan mutasi sehingga memang respons dari kebijakan terutama di APBN dalam hal ini adalah juga harus ikut cukup fleksibel dan responsif. Dan ini mungkin secara tidak diharapkan menyebabkan beberapa anggaran digeser dan difokuskan untuk penanganan pandemi," katanya dalam Rakornas Parekraf Tahun 2021, Senin (27/9/2021).

Pada situasi yang begitu berat, kebutuhan belanja untuk melindungi masyarakat dan dunia usaha pun membengkak. Oleh karena itu belanja pemerintah meningkat di atas 10%. Hal itu menyebabkan APBN tahun lalu mengalami defisit hingga 6%.

Kondisinya diperparah ketika penularan virus Corona varian Delta mengila, menyebabkan pemerintah harus melakukan pengetatan pada Juli lalu. Demi menekan dampak negatifnya, pemerintah harus melakukan realokasi atau refocusing anggaran kementerian/lembaga (K/L) untuk pemulihan ekonomi nasional (PEN)

"Program PEN ditingkatkan, program penanganan kesehatan melonjak sangat tinggi, yang tadinya hanya Rp 130-140 triliun, melonjak menjadi di atas Rp 220 triliun. Ini untuk apa? ini sebetulnya untuk mendukung sektor pariwisata, karena tidak mungkin masyarakat akan berwisata, melakukan kegiatan tourism dan meningkatkan demand terhadap industri kreatif apabila masyarakat terancam COVID-19," tuturnya.

Pemerintah pun menganggarkan dana jumbo untuk menggalakkan vaksinasi, merawat pasien yang terkena COVID-19. Itu semua, lanjut dia menggunakan anggaran pemerintah.

"Untuk mendanainya memang terpaksa mengurangi anggaran-anggaran di K/L. Jadi apa yang disampaikan oleh Pak Sandi tadi betul, tapi itu bukan merupakan suatu intensi atau keinginan untuk melakukan, tapi ini adalah prioritas," tambahnya.

Sandi sebelumnya menyindir Sri Mulyani gara-gara anggarannya dipangkas oleh bendahara negara tersebut. Sindiran tersebut dilontarkan Sandi dengan nada bercanda. Pertama soal anak buahnya yang jadi MC rakornas.

"Ini bukan MC profesional ya, Mbak Wamen. Ini sebetulnya asisten menteri saya yang dikaryakan sebagai MC karena kami ada pemotongan anggaran cukup fenomenal. Tapi sesuai dengan arahan Menteri Keuangan, kita hemat sekali ini," kata Sandi saat menyambut Sri Mulyani secara virtual.

Bahkan, lanjut Sandi, saking hematnya Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sampai-sampai rakornas yang diselenggarakan secara virtual tersebut sempat mengalami gangguan. Hal itu masih dia sampaikan dengan nada bercanda.

"Super hemat, saking hematnya sampai beberapa kali tadi gangguan teknis. Ini sudah dua kali kartu kuning kita berikan," tambahnya.

(toy/eds)