4 Fakta di Balik Come Back Subway Setelah 20 Tahun Menghilang

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 15 Okt 2021 19:00 WIB
Antrean Subway di Citos
Foto: Khadijah Nur Azizah/detikHealth

3. Komentar Netizen

Pemandangan yang terjadi di Subway Indonesia memancing komentar netizen. Ada yang membandingkan dengan kerumunan di McDonald's beberapa bulan lalu.

"lha mcd kemaren ditutup loh, ini ditutup gak yah!!!!!" kata salah seorang pengguna Twitter.

Pengguna Twitter lainnya merasa kebingungan karena orang-orang sampai rela antre bejubel.

"Kenapa si orang pada rela ngantri begini dan rela desakan gitu? Kenapa ga sabar aja dulu bentar hbs itu ntaran belinya kalo hype nya udah mendingan," tuturnya.

"Padahal ni tempat buka menetap kok ya harus bgt beli "sekarang juga" sampe ga peduli social distancing," seru warganet lain.

4. Harta Pendirinya

Fred DeLuca adalah sosok di balik berdirinya Subway, jaringan restoran terbesar di dunia. Dia meninggal pada usia 67 tahun di 2015 setelah diagnosis leukemia pada 2013.

DeLuca ditaksir memiliki kekayaan senilai sekitar US$ 3,5 miliar atau setara Rp 50 triliun (asumsi kurs: Rp 14.300). Itu menjadi capaian yang fantastis mengingat dia memulai bisnisnya dengan modal US$ 1.000. Demikian disadur detikcom dari Forbes, Jumat (15/10/2021).

Toko pertamanya lahir di pedesaan Connecticut pada tahun 1965. Dia mendapat modal awal dari Peter Buck yang kini memiliki 50% perusahaan sandwich tersebut.

Seperti yang disinggung di atas, DeLuca mendirikan Subway bersama Buck. Dia adalah fisikawan nuklir yang meminjamkan modal US$ 1.000 sebagai cikal bakal Subway.

Berdasarkan data Forbes per 15 Oktober 2021, Buck memiliki kekayaan sebesar US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,3 triliun.


(toy/eds)