Dorong Perdagangan Global, Mendag Perkuat Kerja Sama Ekonomi Kawasan

Inkana Izatifiqa R Putri - detikFinance
Jumat, 22 Okt 2021 18:46 WIB
Kemendag
Foto: Dok. Kemendag

Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno memaparkan pandemi COVID-19 juga menghantam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dunia. Dikatakannya, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia turun 80 persen dan ekonomi kreatif Indonesia pun tumbuh minus.

Selain itu, pandemi mengubah gaya bepergian. Dalam hal ini masyarakat cenderung bepergian berdasarkan higienis, mobilitas rendah, sedikit kerumunan, dan minim sentuhan.

"Untuk itu, Kemenparekraf menerapkan strategi fundamental meliputi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi. Tidak hanya untuk bertahan, tapi juga untuk menggenjot pemulihan membangun ulang Indonesia dengan lebih baik," ujar Sandi.

Sandi optimistis pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia akan pulih dan bertumbuh. Saat ini, pihaknya juga tengah mengembangkan destinasi super prioritas untuk menjadi daya tarik wisatawan sekaligus menumbuhkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

"Terdapat beberapa insentif di sektor pariwisata, seperti keringanan pajak dan pembebasan bea masuk. Diharapkan investor dapat mengembangkan bisnis yang menguntungkan dan dapat mengembangkan pariwisata Indonesia," ucap Sandi.

Senada dengan Lutfi, Direktur Pelaksana Kebijakan Pengembangan dan Kemitraan Bank Dunia Mari Elka Pangestu menjelaskan Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 6,7 persen pada 2022. Pada umumnya, Asia Timur menunjukkan perbaikan, yakni negara negara yang pasarnya terintegrasi lebih kuat dalam rantai nilai global akan pulih lebih cepat

"Menjaga pasar tetap terbuka, mendiversifikasi akses pasar, dan mendiversifikasi produk harus menjadi strategi Indonesia," kata Mari.

Klik halaman selanjutnya >>>