Anggaran 'Perang' Lawan COVID Sisa Rp 310,86 T

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 26 Okt 2021 17:51 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Jakarta -

Realisasi anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) hingga 22 Oktober 2021 mencapai Rp 433,91 triliun. Jumlah itu baru terealisasi 58,3% dari pagu Rp 744,77 triliun.

Artinya, anggaran PEN masih tersisa Rp 310,86 triliun. Padahal tahun 2021 tinggal tersisa dua bulan lagi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto optimis sampai akhir tahun realisasinya tembus 100%.

"Prognosa sampai akhir tahun (realisasi PEN) akan meningkat atau akan bisa mencapai 100% atau bahkan lebih," kata Airlangga dalam konferensi pers virtual 'Evaluasi Program PC-PEN dan Optimalisasi Anggaran Program PEN 2021," Selasa (26/10/2021).

Hal itu dikarenakan masih dihitungnya biaya perawatan pasien setelah sempat ada varian Delta COVID-19. Ditambah adanya perluasan bantuan sosial seperti bantuan subsidi upah (BSU).

"Ada penanganan terkait dengan varian Delta yang klaim RS juga mengalami peningkatan dan terkait beberapa kegiatan lain termasuk kita optimalisasikan untuk BSU dan sembako yang dikaitkan untuk penanganan kemiskinan ekstrim sehingga kami yakin program-program tersebut bisa menyerap dana-dana yang ada," ujarnya.

Sementara untuk bantuan PKL dan warung, per 25 Oktober 2021 sudah direalisasikan kepada 706.996 penerima dengan total bantuan yang disalurkan mencapai Rp 848 miliar dari pagu anggaran Rp 1,2 triliun.

"Bantuan PKL dan warung realisasi per 25 oktober sudah ada 706.996 penerima atau 848 miliar, dan ini adalah 70% dari pagu anggaran sehingga dengan demikian serapannya baik dan mereka bukan penerima BPUM. Jadi bantuan ini efektif untuk memberi jaring pengaman untuk mereka yang belum mendapat bantuan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjelaskan realisasi PEN mencapai 58,3%. Lebih rinci dijelaskan realisasi di klaster kesehatan 54,3% atau Rp 116,8 triliun dari pagu anggaran Rp 214,96 triliun, dan perlindungan sosial 67% atau Rp 125 triliun dari pagu Rp 186,64 triliun.

Kemudian kluster insentif usaha sudah 96,7% atau Rp 60,73 triliun dari pagu Rp 62,83 triliun, dan program prioritas 57,7% atau Rp 68 triliun dari pagu Rp 117,94 triliun. Sedangkan dukungan UMKM dan korporasi baru terealisasi Rp 62,60 triliun atau 38,5% dari pagu Rp 162,40 triliun.

(aid/dna)