Kiprah Keluarga Bakrie di Jajaran Konglomerat RI

Aulia Damayanti - detikFinance
Kamis, 04 Nov 2021 16:17 WIB
Adhika Bakrie, keponakan kongolomerat Aburizal Bakrie dilaporkan membeli sebuah rumah mewah di lereng bukit di Trousdale Estates. Tak tanggung-tanggung, istana yang beralamat di 514 Chalette Drive, Beverly Hills itu ditebus Adhika dengan harga US$ 28 juta atau setara Rp 406 miliar (kurs Rp 14.500/US$).
Foto: Istimewa/Forbes Global Properties
Jakarta -

Informasi soal keponakan Aburizal Bakrie, Adhika Andrayudha Bakrie yang baru membeli rumah mewah US$ 28 juta setara Rp 406 miliar di Beverly Hills, California terungkap media. Belum diketahui pasti investasi properti itu untuk keperluan apa, tetapi diketahui rumah itu memiliki sejumlah fasilitas mewah.

Melihat generasi ketiga Keluarga Bakrie yang berinvestasi properti mewah di luar negeri, perhatian publik langsung tertuju pada kiprah Keluarga Bakrie yang pernah menyandang status sebagai orang terkaya RI. Harta kekayaan Keluarga Bakrie didorong dengan berbagai bisnis perusahaan di bawah bendera Grup Bakrie.

Meski saat ini keluarga Bakrie, khususnya Aburizal Bakrie tak lagi masuk daftar orang terkaya RI dan Asia. Banyak usaha Grup Bakrie yang masih masih berjalan. Bahkan hingga dipegang oleh generasi ketiga.

Jika menilik ke belakang pada 2006 silam, dalam catatan detikcom, Aburizal Bakrie memang masuk jajaran orang terkaya Indonesia versi Forbes 2006. Kala itu, dia menempati posisi keenam orang terkaya RI dengan kekayaan US$ 1,2 miliar.

Kekayaan Bakrie dalam setahun terus bertambah berkat salah satu anak usaha PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) di industri tambang, PT Bumi Resources Tbk (BUMI). Di 2007, saham BUMI terus menanjak naik dari tahun 2004 sekitar Rp 300 per lembar menjadi Rp 5.900 per saham.

Kinerja kelompok usahanya ini membuat Bakrie dinobatkan jadi orang terkaya nomor 1 versi majalah Forbes Asia pada tahun 2007. Harta Bakrie ditaksir mencapai kekayaan US$ 5,4 miliar.

Namun, setelah terjadi krisis ekonomi di 2008, hampir seluruh kinerja korporasi di seluruh dunia melambat. Termasuk perusahaan-perusahaan milik Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Bagaimana perjalanan keluarga Bakrie setelah itu? Buka halaman selanjutnya.