Airlangga Ungkap Kecerdasan Buatan Jadi 'Emas Baru', Apa Itu?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 10 Nov 2021 17:32 WIB
Airlangga Hartarto
Foto: Kemenko Bidang Perekonomian
Jakarta -

Pandemi COVID-19 mengubah lanskap perekonomian global menuju tatanan ekonomi baru dengan percepatan adopsi teknologi digital terhadap berbagai sendi kehidupan masyarakat, termasuk Indonesia.

Studi dari Google, Temasek, dan Bain & Co. menyatakan 41,9% dari total transaksi ekonomi digital ASEAN berasal dari Indonesia. Nilai ekonomi digital Indonesia pada tahun 2020 mencapai US$ 44 miliar yang berarti tumbuh 11% dari tahun 2019 dan berkontribusi sebesar 9,5% terhadap PDB Indonesia.

"Peluang ekonomi digital Indonesia masih terbuka lebar. Ekonomi digital adalah kekuatan ekonomi baru dan Indonesia harus mengembangkan artificial intelligence (AI). AI merupakan 'emas baru' yang diharapkan mampu mensinergikan berbagai situasi dan berbagai stakeholder di dalam kerja sama kolaboratif antara pemerintah, pelaku usaha, dan para stakeholder lainnya," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam AI Innovation Summit 2021 secara virtual melalui keterangannya pada Rabu (10/11/2021).

Peluang besar ekonomi digital Indonesia didukung oleh sejumlah faktor. Indonesia merupakan negara yang memiliki total penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai lebih dari 191 juta atau 70,7% dan sebagian besarnya merupakan generasi Z dan generasi milenial.

Dari sisi pengguna, jumlah pengguna ponsel Indonesia saat ini mencapai 345,3 juta dengan penetrasi internet sebesar 73,7% dan trafik internet yang mengalami peningkatan 20% di sepanjang tahun 2020.

Sektor edutech yang menjadi pendatang baru, juga tampil mengisi lanskap ekonomi digital Indonesia dan memiliki pengguna aktif yang tumbuh signifikan mencapai 200% pada tahun 2020. Peningkatan pengguna aktif juga terjadi pada sektor healthtech. Saat ini juga telah muncul gelombang teknologi baru seperti jaringan 5G, IoT, blockchain, artificial intelligence, dan cloud computing.

"Nilai transaksi ekonomi digital Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 124 miliar pada tahun 2025. Dari besarnya potensi tersebut, pelaku usaha, ilmuwan, peneliti, pelajar dan seluruh stakeholder pengembangan ekonomi digital diharapkan mampu memanfaatkan peluang untuk mengembangkan digitalisasi lebih luas. Tidak hanya menjadi target pasar asing tetapi juga menjadi pemain yang diperhitungkan di tingkat global," tegas Airlangga.

Sebagai informasi, Artificial Intelligence Innovation Summit (AIIS 2021) kembali digelar oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) bersama Kolaborasi Riset dan Inovasi Nasional (KORIKA) pada Rabu, 10 November 2021.

AIIS 2021 akan dilaksanakan hingga 13 November 2021 dengan berbagai kegiatan, seperti konferensi hingga pameran virtual teknologi pemanfaatan artificial intelligence (kecerdasan artifisial - KA) dari berbagai pihak terkait.

Kepala OR PPT BRIN Dadan M. Nurjaman mengatakan helatan akbar AIIS 2021 merupakan buah karya ekosistem kecerdasan artifisial yang dibentuk Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) pada dua tahun lalu.

Tahun 2020, BPPT telah meluncurkan strategi nasional kecerdasan artifisial yang melahirkan sebuah kolaborasi quad-helix yang terdiri atas pemerintah, akademisi, industri, dan komunitas: Kolaborasi Riset dan Inovasi Kecerdasan Artifisial (KORIKA).

"Alhamdulillah, AI Innovation Summit dapat dilaksanakan kembali pada tahun ini. AIIS 2021 dapat menjadi tempat pertemuan antara inventor, inovator, dan investor dalam sebuah sesi forum bisnis dengan tujuan memajukan kecerdasan artifisial di Indonesia," katanya dalam keterangan terpisah.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala BRIN Laksana Tri Handoko mengatakan salah satu bentuk kemajuan teknologi dan topik riset terhangat adalah kecerdasan artifisial. Sebagai lembaga riset dan inovasi nasional, BRIN mendukung pengembangan kecerdasan artifisial sesuai kerangka strategi nasional.

"Saya mengundang segenap stakeholders di Indonesia untuk ikut serta dalam riset dan inovasi artificial intelligence. Tidak hanya melakukan riset, tetapi juga memanfaatkan berbagai infrastruktur yang ada di BRIN. Melalui OR PPT, BRIN siap menjadi mitra industri dan swasta," ungkapnya.



Simak Video "Singgung Space War, Jokowi Ingin BPPT Jadi Pusat Kecerdasan RI"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/ara)