Simak! Pengusaha Ungkap Hitung-hitungan Biaya PCR

Danang Sugianto - detikFinance
Jumat, 12 Nov 2021 18:32 WIB
Menanti Harga Tes PCR Covid-19 Semakin Murah
Ilustrasi/Foto: detik
Jakarta -

Tes PCR sempat menjadi polemik. Salah satu hal yang menjadi polemik adalah penetapan harga yang dilakukan pemerintah.

Banyak pihak yang curiga mengapa saat pertama pandemi COVID-19 melanda harga tes PCR begitu mahal hingga jutaan rupiah. Sementara pemerintah menetapkan pada 27 Oktober lalu harga tarif tes RT-PCR maksimal Rp 275 ribu untuk pulau Jawa-Bali dan Rp 300 ribu untuk wilayah luar Jawa-Bali.

CEO PT Cito Putra Utama (Lab Cito) Dyah Anggraeni pun membeberkan hitung-hitungan simulasi biaya tes PCR menggunakan open system. Dia menjelaskan dalam penghitungannya ada beberapa komponen biaya.

"Pertama SDM, kami buat simulasi rata-rata habis Rp 41 ribu untuk per tes," ucapnya dalam acara diskusi yang digelar oleh Kadin Indonesia, Jumat (12/11/2021).

Kedua ada komponen HPP (harga pokok produksi). Komponen HPP terdiri dari reagen yang simulaisnya menggunakan harga Rp 96 ribu. Kemudian dengan melalui proses ekstraksi, amplifikasi, proses berulang dan lain-lain asumsi biaya reagen untuk komponen HPP mencapai Rp 175.098.

"Ini kalau harga reagen Rp 96 ribu. Harga reagen sebelumnya bisa sampai Rp 500 ribu. Makanya dulu kenapa PCR bisa sampai Rp 1 juta ya karena harga reagennya tinggi," tambahnya.

Lalu dalam komponen HPP ada biaya APD sebesar Rp 23.767 per 1 kali tes. Lalu akan biaya bahan habis pakai (BHP) sebesar Rp 15.545. Dengan begitu total HPP sebesar Rp 214.319 per 1 kali tes.

Selain itu ada komponen biaya overhead sebesar Rp 54.895 dan komponen biaya administrasi Rp 20.000

"Ada biaya overhead yang kita tahu masing-masing lab sangat berbeda tergantung skala usahanya. Dan terakhir biaya administrasi," tambahnya.

Nah setelah ditotal dari komponen mulai dari SDM, HPP, Overhead dan Administrasi maka total biaya untuk 1 kali tes PCR menggunakan open system adalah Rp 330.438.

Simak Video: Kemarin Dilaporkan Soal Bisnis PCR, Kini Luhut-Erick Dideklarasikan 'PCR'

[Gambas:Video 20detik]



(das/ara)