Lingerie Victoria's Secret Nyangkut di Pelabuhan, Bosnya Gelisah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 09:04 WIB
Fashion Show Victoria Secret 2018
Foto: Luthfy S
Jakarta -

Black Friday tinggal menghitung hari. Tapi Victoria's Secret justru gelisah karena hampir 50% barang mereka tertahan di pelabuhan Amerika Serikat (AS).

Victoria's Secret sudah memesan 200 juta produk dan rencananya akan dijual pada periode Black Friday dan liburan akhir tahun. Tapi sebanyak 90 juta produk akan tertunda akibat krisis distribusi barang.

CEO Victoria's Secret & Co Martin Waters mengungkapkan pada liburan akhir tahun ini pesanan dan pembelian akan melonjak. Tapi dengan kondisi ini perusahaan akan mengalami masalah penjualan.

"10 juta produk dibatalkan, karena memang terancam tidak bisa sampai sama sekali. Masih ada 100 kapal yang diprediksi tidak bisa bersandar," kata dia dikutip dari CNN, Jumat (19/11/2021).

Dia mengungkapkan Victoria's Secret saat ini langsung beralih menggunakan angkutan udara untuk pengiriman barang agar lebih cepat.

Waters menyebutkan di antara barang yang tertahan itu ada jenis piyama atau lingerie yang memang menjadi hadiah favorit masyarakat saat liburan.

"Ini sangat buruk untuk bisnis kami dan juga akan berdampak kepada pelanggan," jelas dia.

Victoria's Secret merupakan salah satu toko ritel terbesar di Amerika Serikat (AS) yang menjual pakaian dalam wanita. Victoria's Secret ini didirikan oleh Roy Raymond pada 1977.

(kil/das)