Diluncurkan Desember, Ini Senjata Jokowi Lawan Dominasi Asing di Unicorn

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 19 Nov 2021 17:47 WIB
Unicorn
Ilustrasi/Foto: Tim Infografis: Luthfy Syahban
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengumumkan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal meluncurkan Merah Putih Fund. Erick belum menjelaskan secara rinci apa itu Merah Putih Fund tapi ada kaitannya dengan startup dan unicorn.

"Kita sekarang sedang siapkan Merah Putih Fund yang kita akan launching-kan oleh Bapak Presiden, mudah-mudahan kalau tidak meleset pertengahan Desember," katanya dalam Digital Technopreneur Fest & Technopreneur Campus FORBIS, Jumat (19/11/2021).

Merah Putih Fund bertujuan untuk mengembangkan potensi unicorn-unicorn di Indonesia yang selama ini disuntik modal oleh investor asing.

"Seperti UMKM, harus ada pendanaan, harus ada pendampingan, harus juga ada off taker, karena itu tadi potensi daripada unicorn-unicorn kita masih sangat besar tetapi selama ini kita selalu mengeluh unicorn-unicorn kita investasi asing dan kita marah," paparnya.

Hal di atas terjadi, lanjut Erick lantaran Indonesia tidak pernah mengintervensi kegiatan ekonomi digital di dalam negeri. Kehadiran Merah Putih Fund diharapkan menjadi solusinya.

"Kita sendiri tidak pernah mengintervensi daripada kegiatan digital ini, karena itu kita melaunching Fund Merah Putih dengan 3 benang merah: satu founder-nya orang Indonesia, kedua perusahaannya operasional di Indonesia, ketiga go public-nya mesti di Indonesia bukan go public-nya di Singapura," jelasnya.

Di Indonesia memang terdapat banyak unicorn. Namun Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pada acara yang sama mengatakan bahwa Singapura lah yang merajai perusahaan rintisan dengan nilai kapitalisasi lebih dari US$ 1 miliar.

"Jangan senang dulu. Kalau kita lihat siapa yang menguasai daripada unicorn-unicorn ini? bukan Indonesia, yang kuasai itu sebenarnya Singapura," katanya.

Menurutnya Indonesia bisa bangga punya Gojek dan Tokopedia sebagai startup raksasa. Namun, itu belum ada apa-apanya dibandingkan Singapura. Negara kecil itu mendominasi ekonomi digital di Asia Tenggara.

"Sebenarnya yang terbesar-terbesar mereka itu datangnya dari Singapura, rakyat 5 juta tetapi menguasai ekonomi digital di Asia Tenggara," tambahnya.

(toy/eds)