Garuda 'Dipelototi' 800 Kreditur Terkait Utang Rp 138 T, Ini 3 Faktanya

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 23 Nov 2021 07:30 WIB

2. Kreditur Nggak Punya Banyak Pilihan

Irfan menyebut para kreditur tidak punya banyak pilihan untuk menolak restrukturisasi Garuda. Pasalnya jika Garuda bangkrut, mereka kemungkinan tidak akan kebagian apapun dari hasil penjualan aset.

"Dua belah pihak Garuda maupun 800 kreditur itu harus mencapai kesepakatan karena kalau tidak yaudah bangkrut. Kalau Garuda pailit atau bangkrut, aset-asetnya dijual, kalau aset-asetnya dijual ada aturan pembagian hasil penjualan aset, kemungkinan besar 800 kreditur nggak dapat apa-apa karena nilai aset kita itu kecil dan airlines memang by definition asetnya kecil," jelasnya.

"Jadi kadang-kadang buat kreditur ini nggak punya pilihan yang baik, mendingan terima proposalnya Garuda daripada Garuda bangkrut," tambahnya.

Lanjutkan membaca -->