Produk Lokal RI Kalah Saing sama Singapura-Thailand, Solusinya Apa?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 30 Nov 2021 11:20 WIB
Menteri Koperasi dan UKM
Foto: Wahyudi (20detik)
Jakarta -

Menteri Koperasi dan UMKM Teten Masduki menyebutkan daya saing produk lokal di Indonesia masih kalah dengan Singapura, Malaysia, hingga Thailand. Hal ini membuat produk lokal Indonesia sulit untuk bersaing secara global.

"Kajian OECD di tahun 2018 menunjukkan tantangan besar UMKM dan produk lokal Indonesia adalah daya saing produk. Di ASEAN, Indonesia berada di peringkat 4, setelah Singapura, Malaysia, dan Thailand," ungkap Teten dalam peluncuran Etalase Digital UMKM SNI yang dilakukan BSN, Selasa (30/11/2021).

Dia mengatakan SNI bisa jadi solusi agar produk Indonesia bisa bersaing secara global. SNI menurutnya memiliki standardisasi dan sertifikasi yang sesuai dengan pasar global.

"Produk UMKM agar bisa bersaing secara global butuh pengembangan usaha sesuai standardisasi dan sertifikasi, sehingga produknya punya nilai jual tinggi. Di sini lah peran SNI yang bisa tingkatkan daya saing UMKM," ujar Teten.

Di sisi lain Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan juga menyatakan SNI penting untuk mendongkrak daya saing UMKM di pasar global. SNI bisa jadi jawaban untuk masalah legitimasi kualitas produk UMKM.

"Penerapan SNI jadi solusi yang bisa menjawab tantangan pengembangan sektor UKM, yaitu legitimasi atas kualitas produk UMKM. Ini krusial," ungkap Luhut dalam acara yang sama.

Lewat SNI, Luhut berharap agar UMKM makin meningkatkan kualitas dan kreativitas produknya. "Dengan standar yang ada ini maka jadi acuan pelaku UMKM untuk tingkatkan kualitas dan kreativitas produknya," pungkasnya.



Simak Video "Jokowi Minta Brand Asing di Mal Digeser dari Lokasi Strategis, Ganti Produk Lokal"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/zlf)