Gara-gara Merpati, Pria Bangkrut Ini Bisa Lunasi Utang dan Cuan Puluhan Juta

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 17:09 WIB
Peternak Merpati, Ervan Soleh Hantara/ Foto: Pradito Rida - detikcom
Foto: Peternak Merpati, Ervan Soleh Hantara/ Foto: Pradito Rida - detikcom
Bantul -

Berawal dari mencari hiburan pasca alami kebangkrutan, seorang pria asal Bantul Ervan Soleh Hantara (40) akhirnya menekuni ternak merpati hias. Bahkan, dari ternak burung merpati itu Ervan mampu melunasi utang piutang hingga mendulang puluhan juta perbulannya.

Warga Pedukuhan Manding Gandekan, Kalurahan Trirenggo, Kapanewon Bantul, Kabupaten Bantul ini menjelaskan, bahwa dulunya sama sekali tidak menyangka akan menjadi peternak burung. Menurutnya, hal itu berawal dari kebangkrutannya dalam merintis usaha seluler, khususnya distribusi sparepart handphone.

"Usaha seluler distribusi alat-alat handphone tahun 2008, terus tahun 2011-2012 collapse atau bangkrut sekitar Rp 1 Miliar," katanya saat ditemui detikcom di kediamannya, Pedukuhan Manding Gandekan, Kamis (2/12/2021).

Akibat kebangkrutan tersebut, pria yang kerap disapa Pawiro ini merasa butuh hiburan untuk mengobati kegagalannya dalam usaha seluler. Karena teringat kesukaannya memelihara burung merpati sejak kecil, Pawiro mulai membeli sepasang merpati hias.

"Dan di tahun itu juga berpikir kalau butuh hiburan, karena saya orang dusun ya sudah pelihara burung. Nah, tahun 2012-2013 itu saya memelihara sepasang merpati hias, waktu itu jacobin tapi yang sudah kualitasnya sudah jelek. Waktu itu saya beli sepasang merpati hias Rp 750 ribu," ujar Pawiro.

Selanjutnya, Pawiro mulai merawat sepasang merpati tersebut hingga akhirnya mulai beranak-pinak. Lebih lanjut, dia mulai memposting anakan merpati hias tersebut ke media sosial dan berujung dengan lakunya anakan tersebut.

"Dan bulan berikutnya sudah miyik (burung merpati beranak), anaknya kelihatan dan langsung laku Rp 750 ribu saat itu," katanya.

Pemilik Pawiro Birdfarm ini melanjutkan bahwa pada tahun berikutnya mulai tertarik untuk mengembangkan hal yang disukainya menjadi lebih besar. Terlebih, saat itu dia melihat potensi penjualan merpati hias.

"Tahun berikutnya saya sampai jual mobil dan sumbangkan motor yang belum lama saya kredit ke yayasan. Kenapa? Ya biar benar-benar bisa netral (memulai usaha dari nol) karena saya terlilit hutang dan ingin agar tidak punya hutang lagi atau menghindari riba," ujarnya.



Simak Video "Polisi Tangkap Buron Kasus Penipuan Bermodus Gendam di Jateng!"
[Gambas:Video 20detik]