Serikat Pekerja BUMN: Ahok Jangan Gaduh, Fokus Saja di Pertamina!

Anisa Indraini - detikFinance
Kamis, 02 Des 2021 17:25 WIB
Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok meluncurkan buku Panggil Saya BTP di Gedung Tempo, Palmerah, Jakarta Selatan, Senin (17/2/2020).
Arief Poyuono/Foto: Tsarina Maharani/detikcom
Jakarta -

Serikat Pekerja BUMN meminta Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tidak bikin gaduh karena menyebut banyak kontrak BUMN bermasalah. Dia meminta Ahok fokus urus Pertamina saja.

"Nggak perlu gaduh dalam melakukan pengelolaan BUMN. Kerja saja di tempat di mana ditugaskan yaitu di Pertamina, jangan ngurusin yang sudah jadi urusan Komisaris & direksi BUMN lainnya, itu baru profesional namanya," kata Ketua Federasi Serikat Pekerja BUMN Arief Poyuono dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021).

Arief pun mempertanyakan apa kontribusi yang sudah dilakukan Ahok di Pertamina. "Actionnya apa di Pertamina? Kalau kontrak-kontrak bisnis di Pertamina dibilang banyak yang buntung dan merugikan Pertamina, harusnya do something di Pertamina," tuturnya.

Dengan membongkar banyak kontrak BUMN yang merugikan, Arief mencurigai bahwa Ahok ingin menjadi Menteri BUMN menggantikan Erick Thohir.

"Jangan-jangan Pak Ahok siap-siap mau jadi Menteri BUMN nih ganti Erick Thohir yang dikira kurang banyak tahu kalau banyak kontrak-kontrak di BUMN itu banyak yang merugikan BUMN," tuturnya.

Selama ini Erick Thohir dinilai sudah bekerja keras bagaimana melakukan perbaikan kontrak di BUMN agar bisa lebih banyak diuntungkan. "Jadi saya rasa ucapan Ahok tidak sepantasnya mengatakan banyak kontrak di BUMN saat ini merugikan, mungkin kontrak masa lalu iya," sambungnya.

Arief pun menantang Ahok untuk memberikan data kontrak di Pertamina yang bermasalah dan merugikan agar bisa di eksekusi oleh direksi Pertamina yang nantinya akan di setujui oleh menteri BUMN.

"Kalau mengaudit Pertamina yang dikatakan Kontrak banyak yang bermasalah itu tugas dia," tandasnya.

Dikutip dari Youtubenya, Ahok sebelumnya mengatakan, jika banyak kontrak BUMN bermasalah. Kondisi itu terjadi juga di Pertamina.

"Banyak kontrak di BUMN yang sangat merugikan BUMN juga, termasuk Pertamina. Itu yang saya marah, ini lagi kita koreksi nih. Kenapa kontrak-kontrak ini menguntungkan pihak lain?" ungkap Ahok.



Simak Video "Marahnya Ahok: Banyak Kontrak di BUMN yang Sangat Merugikan!"
[Gambas:Video 20detik]
(aid/zlf)