Erick Thohir: BUMN Tidak Boleh Jadi Beban Negara!

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 08 Des 2021 19:00 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir/Foto: Tangkapan Layar (Foto: YouTube Channel Setpres)
Jakarta -

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan bahwa perusahaan pelat merah harus mampu bersaing secara global karena memegang peranan penting bagi perekonomian nasional. Dia tidak ingin keberadaannya justru menjadi beban negara.

"Transformasi yang dilakukan BUMN ditujukan untuk mewujudkan merdeka berdaulat. Hal itu dikarenakan BUMN sebagai penopang sepertiga perekonomian nasional harus mampu bersaing secara global, tidak boleh menjadi beban bagi negara," kata Erick dalam acara puncak Dies Natalis FEB UI, Rabu (8/12/2021).

Terlebih saat ini Anggaran pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sedang defisit, sehingga BUMN disebut harus membantu pemerintah untuk mendapatkan alternatif pemasukan melalui dividen dari BUMN.

"Kita harus sadari peluang market Indonesia yang sangat besar adalah yang tentunya merupakan penduduk keempat terbesar dunia dan laju pertumbuhan ekonomi yang positif. BUMN sebagai katalisator nasional harus memanfaatkan peluang ini untuk menuju Indonesia yang merdeka, berdaulat, dan berpihak pada rakyat," ujarnya.

Dengan peluang besar yang dimiliki, Erick tidak ingin BUMN hanya jadi penonton dan dimanfaatkan oleh bangsa lain untuk kemajuan ekonomi negara tersebut. "Kita tidak anti asing, tapi kita harus pastikan market itu adalah untuk pertumbuhan ekonomi kita," tuturnya.

Tujuan itu lah yang jadi pemacu untuk BUMN bertransformasi dan keluar dari zona nyaman demi mewujudkan Indonesia yang merdeka berdaulat. Dalam merespons perubahan pelaku konsumen dan revolusi industri 4.0, BUMN sebagai lokomotif pembangunan disebut terpacu untuk melakukan berbagai penerapan program digitalisasi dan pengembangan teknologi.

"Terlebih second wave disrupsi digital sudah mulai terjadi yang menuntut Indonesia harus mengoptimalisasi potensi bisnis digital yang berskala dan cakupan market yang masih sangat luas. Apalagi sekarang sudah banyak yang bicara metaverse gelombang ketiga di mana sebuah ekosistem digital yang di situ terjadi turunannya seperti Bitcoin, NFT, dan hal-hal lainnya yang tidak pernah terpikirkan selama ini," terangnya.

Erick menyebut pihaknya telah mendorong transformasi digital BUMN berdasarkan pada tiga perspektif, meliputi:

1. Infrastruktur berupa jaring fiber optik dan jaringan 5G
2. Pendanaan seperti inisiatif capital venture untuk pendanaan startup karya anak bangsa agar tidak lari ke luar negeri
3. Ekosistem dalam bentuk platform digital nasional.

(aid/ara)