Lampaui Target, Nilai Transaksi Trade Expo Indonesia Capai US$ 6,06 M

Angga Laraspati - detikFinance
Rabu, 22 Des 2021 16:14 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menutup gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition kemarin. Hingga hari terakhir penyelenggaraannya, acara yang dilaksanakan sejak 21 Oktober 2021 berhasil membukukan total nilai transaksi sebesar US$ 6,06 miliar.
Foto: Dok. Kemendag
Jakarta -

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menutup gelaran Trade Expo Indonesia (TEI) ke-36 Digital Edition kemarin. Hingga hari terakhir penyelenggaraannya, acara yang dilaksanakan sejak 21 Oktober 2021 itu berhasil membukukan total nilai transaksi sebesar US$ 6,06 miliar.

"Capaian ini sangat menggembirakan karena melampaui target transaksi yang telah ditetapkan sebelumnya sebesar US$ 1,5 miliar," ujar Lutfi dalam keterangan tertulis, Rabu (22/12/2021).

Dari capaian tersebut, nilai total transaksi buyer luar negeri tercatat sebesar US$ 3,54 miliar. Buyer dengan nilai transaksi terbesar berasal dari lima negara, yaitu China dengan nilai transaksi sebesar US$ 1,68 miliar (27,8%), Mesir sebesar US$ 560,2 juta (9,24%), Brasil sebesar US$ 285,8 juta (4,71%), Jepang sebesar US$ 252,6 juta (4,17%), dan India sebesar US$ 204,3 juta (3,37%).

Produk-produk yang berhasil menarik minat buyer luar negeri pada TEI-DE 2021 adalah produk pertanian dengan nilai sebesar US$ 792 juta (13,06%), produk kimia sebesar US$ 316,7 juta (5,22 %), minyak sawit sebesar US$ 307,8 juta (5,08 %), produk herbal dan suplemen sebesar US$ 300 juta (4,95 %), serta produk kertas dan kertas olahan sebesar US$ 298 juta (4,92 %).

Sampai hari terakhir penyelenggaraannya, TEI-DE 2021 juga telah dikunjungi oleh 32.030 pengunjung dengan total pendaftar sejumlah 8.220 buyer dari 136 negara, terdiri atas 3.721 buyer mancanegara dan 4.499 buyer lokal.

Adapun lima negara dengan jumlah buyer terbanyak pada gelaran TEI-DE tahun ini adalah India, China, Malaysia, Brasil, dan Mesir. Hal ini tidak terlepas dari peran Perwakilan Perdagangan di luar negeri yang aktif mempromosikan TEI-DE melalui pendampingan buyer dalam mencari produk Indonesia, membuka help desk, dan mengadakan pertemuan bisnis.

Sementara itu, pameran dalam TEI-DE tahun ini diikuti oleh 834 peserta pameran yang terbagi dalam delapan kategori produk, yaitu manufactured product; digital lifestyle & service; medical & healthcare; renewable energy; food & beverage products; living comfort & amenities; fashion & beauty products; dan halal product.

"Para peserta diharapkan terus menindaklanjuti kontak dagang yang terjadi selama TEI-DE berlangsung. Selain itu, perwakilan perdagangan di luar negeri juga akan terus mengawal tindaklanjut kerja sama yang terjalin antara para peserta pameran dengan buyer," kata Lutfi.

Selama penyelenggaraan TEI-DE 2021, telah dilaksanakan pula beberapa kegiatan forum yaitu Trade Tourism & Investment Forum (TTI), Halal Trade Forum, bisnis forum, dan konseling bisnis. Selain itu, tercatat pula sebanyak 107 penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang melibatkan eksportir dan buyer dari 17 negara.

Kegiatan lain yang tidak kalah penting adalah penjajakan bisnis yang mampu menghasilkan transaksi sebesar USD 2,521 miliar dengan buyer dari kawasan Asia, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa yang difokuskan untuk tenaga kerja terampil dan profesional.

Selanjutnya, gelaran Embracing Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) yang diselenggarakan di Aquatik Stadium Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta.

"Kesuksesan penyelenggaraan TEI-DE ini tentunya merupakan hasil kerja sama dengan berbagai pihak. Untuk itu, diharapkan kerja sama yang telah terjalin selama ini dapat terus kita tingkatkan di tahun mendatang," tutur Lutfi.

(akd/hns)