Utang Garuda Menggunung, Gaji Direksi dan Komisaris Dipotong 50%

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 24 Des 2021 05:40 WIB
Dirut Garuda Irfan Setiaputra
Dirut Garuda Irfan Setiaputra/Foto: Wirsad Hafiz/20detik
Jakarta -

Karyawan Garuda Indonesia mengalami pemotongan gaji. Seluruh level karyawan terkena kebijakan ini, bahkan direksi dan komisaris juga ikut dipotong gajinya.

Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra mengatakan pemotongan dilakukan mulai dari 30-50%. Pemotongan dilakukan mulai dari level direksi, komisaris, hingga karyawan biasa.

Menurutnya, pemangkasan ini dilakukan dalam rangka memperbaiki kinerja keuangan perusahaan. Irfan menjelaskan, saat ini perusahaan tengah melakukan berbagai efisiensi. Kondisi keuangan Garuda Indonesia masih belum sehat. Utang Garuda Indonesia saat ini mencapai US$ 9,75 miliar atau Rp 138,45 triliun (kurs Rp 14.200).

"Kita lakukan aksi dengan beban biaya karyawan karena kita mau saling jaga. Teman-teman saya informasikan seluruh karyawan Garuda dipotong gajinya," ungkap Irfan dalam diskusi di Kantor Transmedia, Jakarta Selatan, Kamis (23/12/2021).

Irfan menjelaskan dirinya sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia mengalami pemotongan gaji hingga 50%. "Semua, termasuk kami, direksi, saya tanda tangan. Komisaris juga. Kita dipotong 50% gajinya," ujar Irfan.

Dia memaparkan untuk gaji karyawan di atas Rp 28 juta mengalami pemangkasan 50%. Sementara itu, yang gajinya di bawah Rp 28 juta akan dipangkas 30%.

"Jadi mereka yang Rp 28 juta take home pay-nya, dipotong 50%. Di bawah itu 30%," kata Irfan.

Dia juga sempat bicara mengenai jumlah pilot yang lebih banyak daripada pesawat yang diterbangkan. Itu pun dia mengatakan pilot yang dirumahkan tidak dibayar.

"Kita punya jumlah pilot lebih dari pesawat yang kita terbangkan, pas dirumahkan kita nggak bayar," ungkap Irfan.

Irfan berjuang untuk mempertahankan Garuda Indonesia agar tidak bangkrut. Cek halaman berikutnya.